Dua Bocah Terkunci Lima Hari di Kontrakan, Sang Ibu Urus Persyaratan Administrasi Bekerja ke Luar Negeri

Dua Bocah Terkunci Lima Hari di Kontrakan
LIMA HARI TERKUNCI: Dua bocah AN (9) dan BL (6) terkunci dari luar kamar kontrakan selama lima hari. Warga dan petugas akhirnya mengevakuasi AN dan BL pada Minggu malam (5/7/2026). FOTO: ISTIMEWA
0 Komentar

“Alhamdulillah ada tetangga yang kebetulan sering lewat dan melaporkan kepada kami. Setelah menerima laporan, kami langsung mengambil tindakan dengan menghubungi PSC 119 karena dikhawatirkan ada gangguan kesehatan yang dialami anak-anak tersebut,” ujarnya.

Teguh menjelaskan, warga masih dapat melihat aktivitas kedua anak dari jendela rumah karena tirai tidak tertutup. Hal itu menjadi salah satu alasan warga semakin yakin bahwa anak-anak tersebut berada sendirian di dalam rumah. “Karena jendelanya tidak ditutup hordeng, aktivitas anak-anak masih terlihat dari luar. Warga curiga karena sudah beberapa hari ibunya tidak terlihat. Setelah dicek, ternyata memang pintu rumah terkunci dari luar,” katanya.

Pihak kelurahan juga telah berupaya menghubungi ibu kedua anak tersebut. Namun hingga saat ini nomor telepon yang bersangkutan tidak aktif sehingga belum dapat dimintai keterangan. Terkait keberadaan sang ibu, Teguh mengungkapkan bahwa sebelumnya perempuan tersebut memang sempat mengurus sejumlah persyaratan administrasi di Kelurahan Kejaksan untuk rencana bekerja ke luar negeri. Namun saat itu persyaratan administrasinya belum lengkap dan dari pihak keluarga juga belum memberikan persetujuan.

Baca Juga:Kemenag Mengubah Istilah Masa Taaruf Siswa Madrasah Jadi Masa Taaruf Murid Madrasah disingkat MatamudaRakernas Evaluasi Penyelenggaraan Haji, Berbenah untuk Haji 2027

Sementara itu, Camat Kejaksan, Achmad Muhaimin mengatakan pemerintah kecamatan juga langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari lurah. Katanya, kehadiran pemerintah, merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi kedua anak tersebut.

“Alhamdulillah kami mendapatkan informasi dari Pak Lurah. Intinya Pemerintah Kota Cirebon melalui kecamatan ikut merasakan apa yang dialami anak-anak ini. Kami datang memberikan paket sembako, makanan, dan jajanan yang disukai anak-anak,” katanya.

Selain memberikan bantuan kebutuhan pokok, pihak kecamatan juga telah berkoordinasi dengan keluarga kedua anak tersebut, khususnya paman mereka, untuk memastikan ada anggota keluarga yang dapat memberikan pendampingan.

Ahmad berharap dinas maupun instansi terkait dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi kedua anak tersebut mengingat usia mereka masih kecil dan telah kehilangan ayah, kemudian kini ditinggalkan oleh ibunya.

“Harapannya dinas atau instansi terkait juga ikut memberikan perhatian karena anak-anak ini masih kecil. Kami memahami mungkin ibunya juga memiliki keinginan untuk bekerja. Karena itu, bukan mencari siapa yang salah, tetapi bagaimana semua pihak bisa bersama-sama bertanggung jawab,” ujarnya.

0 Komentar