Kunjungi Ponpes BIMA Cirebon, Menag Apresiasi Model Pendidikan Berdaya Saing Global

enteri Agama RI Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA
KUNJUNGAN: Menteri Agama RI Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA bersama staf khusus dan rombongan mengunjungi Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, di Desa Cisaat Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon, akhir pekan kemarin. FOTO : KEMENAG FOR RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID -Menteri Agama RI Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA bersama staf khusus dan rombongan mengunjungi Pondok Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) di Kabupaten Cirebon, akhir pekan kemarin.

Kunjungan tersebut didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Kabid Urusan Agama Islam (Urais), serta jajaran Kepala Kantor Kementerian Agama se-wilayah Ciayumajakuning.

Kunjungan itu dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan Pondok Pesantren (Ponpes) Bina Insan Mulia yang dinilai berhasil mengembangkan sistem pendidikan terpadu antara pesantren dan sekolah formal dengan orientasi mencetak generasi unggul berdaya saing internasional atau global.

Baca Juga:Ditagih Utang, Bolos Kerja, Penundaan Gaji ASN di Kota Cirebon Tambah Menjadi 9 OrangCIMB Niaga Perkuat Peran OCTO Dampingi Keluarga Indonesia

Kepala Kemenag Kabupaten Cirebon, H Slamet SAg MPd mengatakan, kunjungan Menteri Agama menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap pesantren yang terus berinovasi dalam mencetak sumber daya manusia unggul.

Menurutnya, keberadaan Ponpes BIMA menjadi salah satu contoh pesantren modern yang mampu memadukan pendidikan agama, pendidikan formal, penguasaan bahasa asing, hingga penguatan karakter dan kemandirian.

“Kami berharap model pendidikan seperti ini terus berkembang dan mampu melahirkan generasi yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Slamet kepada Radar Cirebon, Senin (6/7).

Dijelaskannya, di Ponpes BIMA menerapkan sistem tidak hanya berorientasi pada pendalaman ilmu agama melalui kajian kitab turos.

Selain itu, Ponpes BIMA juga menyiapkan santri menjadi pribadi yang mandiri, khususnya kemandirian ekonomi dan kewirausahaan.

“Untuk mendukung tujuan itu, pesantren mengembangkan kurikulum berbasis profesionalitas dengan penguatan penguasaan bahasa asing, meliputi Bahasa Arab, Inggris, dan China,” terangnya.

Kurikulum lainnya juga mengarah kepada profesionaitas santri yang diharapkan ke depan alumnus santri mandiri dan bisa bersaing di dunia internasional serta berharap menjadi para entrepreneur.

Baca Juga:PCM Kesambi Gelar Pengajian Ahad Pagi, Hadirkan Ketua PWM JabarSomasi Kedua untuk PD Pembangunan Kota Cirebon Terkait Dugaan Wanprestasi

“Selain itu, pembelajaran tahfiz Alquran menjadi salah satu program utama agar santri mampu membaca, menghafal, sekaligus memahami kandungan Alquran sebagai bekal kehidupan,” terangnya.

Lebih lanjut, dijelaskan Slamet, untuk sekolah formal diterapkan sistem unggulan tafiz, bahasa asing dan afiliate. Sehingga para alumni MA, SMA misalnya, sebagian besar melanjutkan pendidikan di luar negeri, yakni di timur tengah dan eropa.

0 Komentar