Bau Menyengat Ganggu Warga dan Wisata Trusmi

KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON
MENGGUNUNG: Sampah di TPS eks Terminal Weru meluber hingga bahu jalan sehingga dikeluhkan warga dan menggangu kenyamanan wisatawan menuju Batik Trusmi, kemarin.
0 Komentar

RADARCIREBON.COM – Tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) kawasan eks Terminal Weru, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, dikeluhkan warga karena semakin menggunung hingga meluber ke bahu jalan.

Kondisi tersebut menimbulkan bau menyengat, mengganggu aktivitas masyarakat, serta dikhawatirkan berdampak pada kenyamanan wisatawan yang menuju kawasan Batik Trusmi.

Pantauan di lokasi, volume sampah di TPS eks Terminal Weru telah melebihi kapasitas.

Baca Juga:Diskominfo Kuningan Perkuat Tata Kelola Data Lewat Penyusunan Metadata Statistik SektoralVino Pulang Sehat, Bunda EL Menangis Haru

Berbagai jenis sampah rumah tangga bercampur limbah plastik menumpuk hingga membentuk gunungan yang meluber ke sisi jalan.

Aroma tidak sedap tercium kuat oleh pengguna jalan maupun warga yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Salah seorang pedagang di kawasan pusat jajanan kuliner Pasar Batik Trusmi, Fitri mengatakan, bau sampah kerap tercium hingga ke tempatnya berjualan, terutama pada siang hari.

“Baunya sangat menyengat, apalagi kalau siang hari. Sampah juga sering beterbangan saat tertiup angin. Kami berharap segera diangkut supaya kawasan ini kembali bersih,” ujarnya.

Menurut Fitri, kondisi tersebut berpotensi mengurangi kenyamanan pengunjung yang datang ke kawasan kuliner maupun sentra wisata Batik Trusmi.

Keluhan serupa disampaikan Budi, pengguna jalan yang hampir setiap hari melintas di Jalan KH Abbas, tepatnya di sekitar eks Terminal Weru.

Ia menilai, tumpukan sampah yang meluber hingga ke bahu jalan tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga mempersempit ruang kendaraan yang melintas.

Baca Juga:Tersangka Peragakan 43 Adegan, Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus PenganiayaanWacana Pergantian Nama Jawa Barat Masih Sebatas Aspirasi, DPRD Jabar Siap Serap Masukan

“Baunya sangat mengganggu. Sampah yang meluber ke pinggir jalan juga membuat kawasan terlihat kumuh. Padahal jalur ini ramai dilalui masyarakat dan wisatawan yang menuju Trusmi,” katanya.

Warga berharap, Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Lingkungan Hidup segera meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah serta menambah kapasitas penampungan di lokasi tersebut.

Mereka menilai penanganan yang lebih optimal diperlukan agar penumpukan sampah tidak terus berulang dan tidak mencoreng citra kawasan Weru sebagai salah satu pintu masuk menuju sentra wisata belanja dan kuliner Batik Trusmi. (awr)

0 Komentar