RADARCIREBON.ID – Piala Dunia FIFA 2026 saat ini hanya menyisakan empat tim terbaik yang seluruhnya memiliki sejarah sebagai juara dunia. Mereka adalah Prancis, Spanyol, Inggris, dan juara bertahan Argentina. Keempatnya akan bersaing memperebutkan dua tempat di partai final.
Pada babak semifinal, Prancis dijadwalkan menghadapi Spanyol, sedangkan Argentina akan berduel melawan Inggris. Keempat tim menempuh perjalanan berbeda menuju empat besar, dengan kekuatan yang juga memiliki karakter masing-masing.
Prancis tampil seimbang di semua lini, Spanyol mengandalkan pertahanan yang solid, Inggris dikenal bermental kuat, sementara Argentina menunjukkan daya juang luar biasa sepanjang turnamen.
Baca Juga:Haji 2027, Beban Jamaah Haji akan DipangkasArgentina vs Swiss Piala Dunia 2026, Siapkan Segala Cara Hentikan Messi
Prancis berpeluang mencatat sejarah dengan mencapai final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah menjadi juara pada 2018 dan runner-up pada 2022. Sebelumnya, hanya Jerman Barat dan Brasil yang pernah mencatatkan rekor tampil di tiga final berturut-turut.
Hingga babak semifinal, Les Bleus –julukan Prancis- menjadi satu-satunya tim yang memenangi seluruh pertandingan tanpa harus melalui babak perpanjangan waktu. Tim racikan Didier Deschamps juga tampil sangat konsisten dengan torehan 16 gol, hanya kebobolan dua kali, serta mencatat clean sheet dalam seluruh laga fase gugur.
Produktivitas lini depan menjadi senjata utama Prancis. Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele telah mengoleksi total 13 gol, masing-masing delapan dan lima gol. Mereka menjadi duet pertama sejak Ronaldo dan Rivaldo pada Piala Dunia FIFA 2002 yang sama-sama mencetak sedikitnya lima gol dalam satu edisi.
Meski begitu, kemenangan tipis atas Paraguay memperlihatkan bahwa Prancis masih kesulitan menghadapi lawan yang bermain sangat rapat. Saat itu, mereka baru mampu memecah kebuntuan lewat eksekusi penalti Mbappe pada babak kedua.
Sementara itu, Spanyol kembali menembus semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak menjadi juara pada edisi 2010. Setelah ditahan imbang Tanjung Verde pada laga pembuka, tim asuhan Luis de la Fuente bangkit dengan meraih lima kemenangan beruntun.
Kekuatan terbesar La Roja –sebutan Spanyol- terletak pada organisasi pertahanannya. Dari enam pertandingan yang telah dijalani, Spanyol hanya sekali kebobolan, yakni saat mengalahkan Belgia 2-1 di babak perempat final. Dominasi penguasaan bola juga membuat lawan kesulitan menciptakan peluang.
