Inggris vs Argentina Piala Dunia 2026, JAMPIDSUS terkait VARgenFIFA

Inggris vs Argentina Piala Dunia 2026
Catatan Kurniadi Pramono, PRAMONO Inggris vs Argentina Piala Dunia 2026
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Jangan melupakan Piala Dunia cuma karena satu kasus! Mungkin biar enak membacanya, saya minta kesepakatan menyingkatnya jadi Jampidsus. Karena sebetulnya, semua orang sangat prihatian kalau pelatih sehebat Hossam Hassan (The Pharaohs Legend sebagai top scorer 69 gol) sampai mengambil keputusan drastis untuk melupakan dan tak mau peduli lagi dengan Piala Dunia.

Hal ini tentunya terkait langsung dengan isu liar yang terus memuncak sepanjang Piala Dunia FIFA 2026, yang kurang-lebihnya dienduskan dengan tajuk VARgenFIFA. Sesuatu yang kurang lebih berarti, siapapun lawan Argentina, akan mendapat “hukuman” kekuasaan VAR, demi ambisi FIFA mendorong Argentina (dan Lionel Messi) untuk jadi juara dunia lagi. Dan lebih sadis lagi, fenomena VARgenFIFA ini dipelintir dengan alasan adanya dugaan FIFA tertekan oleh kontrak sponsor raksasa, hak tayang televisi, dan potensi raupan keuntungan dari mahalnya (baca: gilanya) harga tiket di stadion.

Pendeknya, apapun mimik Messi di lapangan, gestur Gianni Infantino di ruang VVIP, dengus napas officer di ruang VAR, getaran camera live di kepala wasit, itu semua bisa saja dengan mudah dicocokologika-kan atau dikait-kaitkan sedemikian mungkin. Hingga akhirnya publik masuk perangkap memahami dan menyetujui suatu teori sederhana bernama VARgenFIFA, yang mengait langsung pada efek Jampidsus-nya Hossam Hassan di atas.

Baca Juga:Masih Bisa Dimutakhirkan, Mensos tentang Perubahan Desil Penerima KIP KuliahMobil Pikap Rombongan Pengantin Dihajar Truk Hino di Pantura Indramayu

Masih soal kasus di Piala Dunia, kali ini ke tahun 1966, tatkala Piala Dunia masih disimbolkan dengan Piala Jules Rimet. Kala itu, Inggris sebagai tuan rumah. Di perempat final, Bobby Moore cs menghadapi Argentina. Pertandingan yang kemudian dikenal dengan sebutan “melawan para binatang”, karena pelatih Sir Alf Ramsey (legenda Southampton) yang pada akhir pertandingan melarang para pemainnya berjabat tangan dan bertukar kostum dengan ucapan keras: “Jangan berjabat tangan dengan para binatang!”.

Perempat final yang berlangsung di Wembley Stadium tersebut, dimenangkan Inggris 1-0. Dimana, Inggris kemudian melajut sampai semifinal, final dan menjadi juara dunia. Kapten Argentina Antonio Rattin yang bertubuh jangkung dengan mata belo, mengusapkan ingusnya dengan melapkan tangan ke bendera Inggris di luar lapangan setelah diusir wasit Kreitlend (Jerman). Dan kalimat yang ia ucapkan di negeranya dalam satu ketika wawancara, membuat fondasi kebencian rakyat Argentina kepada Inggris. Rattin bilang, ia diusir lapangan bukan karena pelanggaran, tapi lebih karena ia orang Argentina.

0 Komentar