Ada pula wartawan yang membelanya. Rattin diusir karena wasit salah paham, menganggap Rattin tidak sopan menghardik dan melotot kepada wasit. Padahal yang sesungguhnya, Rattin memang punya pembawaan lahir dengan mata yang besar dan agak melotot. Ia sama sekali tidak menghardik, tapi memang gaya bicaranya keras, meminta wasit menerjemahkan penjelasannya dalam Bahasa Spanyol atau Italia, bukan bahasa Inggris atau Jerman yang tidak ia pahami.
Sekumpulan bintang bermata melotot yang bermain kaki tanpa bola, kesinisan itulah yang terus berlanjut membawa permusuhan Argentina dengan Inggris. Presiden FIFA saat itu orang Inggris tulen, Sir Stanley Rous. Namun ia sama sekali tak mau mencampuri soal “kecil” seperti itu di lapangan. Gentlement yang mengawali karir FIFA-nya sebagai wasit FA, seolah sedang mendewasakan sepak bola Inggris, bukan menggendong atau menyusuinya.
Hal ini pun tetap saja dipelintir media pers dari seberang sana, yang mengatakan, gelar juara dunia Inggris “dibantu” kecurangan FIFA, dan itu akan menjadi kutukan untuk nasib sepak bola Inggris.
Baca Juga:Masih Bisa Dimutakhirkan, Mensos tentang Perubahan Desil Penerima KIP KuliahMobil Pikap Rombongan Pengantin Dihajar Truk Hino di Pantura Indramayu
Kalau kemudian faktanya hingga saat ini Inggris seolah-olah memang terkutuk dan tidak bisa menjadi juara dunia, sepertinya tidak menjadi alasan untuk mengabaikan peluang Harry Keane cs dini hari nanti WIB. Apalagi, lawannya adalah Argentina, yang mana, boleh coba ditanyakan kepada Garry Lineker dan David Beckham, bagaimana rasanya mereka menghadapi si tukang copet Diego Maradona (1986) dan sang aktor drama Diego Simeone (1998).
Ditambah lagi faktor sejarah 1982 saat perang Malvinas (versi Argentina) atau perang Falkland (versi Inggris). Sampai pada akhirnya, si Bocil Maradona kala itu dalam hatinya, bersumpah memberikan kemenangan Argentina melawan Inggris di Piala Dunia.
Apa yang terjadi kemudian pada Piala Dunia di Meksiko tahun 1986, Tuhan seolah menguji sumpah Maradona di perempat final, tatkala Gol Tangan Tuhan membuat pelatih terbaik Inggris, Bobby Robson, berusaha mati-matian menahan ledakan memerah di ujung kedua matannya.
Tak akan ada habisnya mendongeng Inggris versus Argentina. Dini hari nanti WIB, Harry Keane, Jude Bellingham dan Bukayo Saka dkk, akan memulai episode lanjutannya dengan Lionel Messi, Julian Alvarez dan Lautaro Martinez cs. Bukan tak mungkin, sesama Premier League Stars, kiper Aston Villa Emiliano Martinez, juga beradu mental dengan kiper Everton Jordan Pickford, masing-masing dengan gaya centil nan eksentrik yang kadang bikin mual, dongkol, sekaligus gemas dan lucu.
