“Siswa kelas lima dan enam dipraktikkan secara langsung teknik penggunaan karung goni basah. Namun, ini hanya untuk penanggulangan kebakaran ringan. Alhamdulillah semuanya paham dan bisa,” tuturnya.
Kegiatan yang turut dihadiri para orang tua siswa dan guru tersebut, juga dimanfaatkan oleh petugas Damkar Kabupaten Indramayu untuk menyosialisasikan upaya pencegahan kebakaran. Sementara bagi anak-anak, materi lebih difokuskan pada edukasi pencegahan kebakaran serta pengenalan alat dan perlengkapan yang biasa digunakan petugas Damkar saat melakukan pemadaman api maupun evakuasi hewan liar yang berbahaya.
“Teknik yang kami berikan hanya untuk mengatasi kebakaran kecil. Sehingga, apabila menemukan kebakaran kecil, masyarakat bisa tetap tenang dan melakukan pemadaman agar api tidak menyebar lebih besar lagi. Sedangkan untuk hewan liar yang berbahaya, anak-anak kami imbau agar tidak mendekat, lebih baik menghindar dan segera menghubungi petugas Damkar agar dapat dievakuasi,” jelas Upi.
Baca Juga:Ekspo Produk Pertanian hingga Sarasehan Tani Bersama Bupati Warnai Peringatan HKP 2026 di IndramayuMahasiswa KKN-T Unma Awali Pengabdian di Desa Jagasari Cikijing
Upi berharap, dengan hadirnya petugas Damkar di sekolah-sekolah, para siswa dapat mengenal lebih dekat profesi Damkar, tertarik dengan profesi tersebut, dan memiliki cita-cita menjadi petugas pemadam kebakaran. “Minimal jika nanti tidak menjadi petugas Damkar, ketika dewasa mereka bisa menjadi relawan saat terjadi kebakaran kecil dengan memberikan pertolongan pertama untuk penanggulangan api, sehingga api tidak semakin membesar dan meluas. Sementara untuk masyarakat, apabila terjadi kebakaran besar, segera hubungi call center Damkar Kabupaten Indramayu,” pungkasnya. (oni)
