INDRAMAYU – Beragam cara dilakukan sekolah untuk mengisi kegiatan siswa selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026. Para siswa tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan sekolah, tetapi juga diberikan berbagai materi yang dapat menunjang kesiapan dan kenyamanan mereka dalam mengikuti proses pembelajaran.
Seperti yang dilakukan UPTD SDN 2 Sukaurip, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu. Pada penutupan kegiatan MPLS Tahun 2026, para siswa diberikan materi mengenai profesi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dengan menghadirkan personel dari Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu, Jumat (17/7/2026).
Kepala UPTD SDN 2 Sukaurip, Sri Lestari SPdSD mengatakan, program MPLS Tahun 2026 mengusung tema MPLS Ramah, yaitu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan bagi peserta didik.
Baca Juga:Ekspo Produk Pertanian hingga Sarasehan Tani Bersama Bupati Warnai Peringatan HKP 2026 di IndramayuMahasiswa KKN-T Unma Awali Pengabdian di Desa Jagasari Cikijing
“Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Pada penutupan kegiatan MPLS, kami bekerja sama dengan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Indramayu untuk mengenalkan profesi Damkar lebih dekat kepada siswa,” ujarnya.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Damkar Kabupaten Indramayu yang telah menyempatkan hadir dan memberikan berbagai materi. Tidak hanya mengenalkan profesi petugas pemadam kebakaran, tetapi juga memperkenalkan berbagai peralatan yang digunakan Damkar serta teknik memadamkan api berskala kecil kepada para siswa.
“Kebetulan tadi juga ada para orang tua siswa. Jadi, selain siswa, para orang tua juga bisa mengetahui bagaimana cara mengatasi kebakaran ringan. Terima kasih atas kerja samanya. Ke depan kami berharap dapat terus berkolaborasi dengan Damkar,” jelas Sri Lestari.
Sementara itu, Kepala Bidang Damkar, Jajat Wibisono melalui Kasi Pelatihan dan Pencegahan Kebakaran, Upi Supianto mengatakan, selama MPLS, pihaknya memberikan materi mengenai teknik penanggulangan kebakaran secara tradisional maupun modern. Selain itu, juga disampaikan materi penanggulangan nonkebakaran, seperti evakuasi sarang tawon, ular, serta hewan liar lainnya yang membahayakan masyarakat.
“Selama MPLS sudah ada tujuh sekolah, mulai dari tingkat SD hingga SMP. Dalam materinya, kami mengenalkan terlebih dahulu apa itu profesi Pemadam Kebakaran. Kemudian teknik penanggulangan kebakaran dan nonkebakaran. Karena pada dasarnya, Damkar menangani kebakaran maupun nonkebakaran,” ujarnya.
Upi menjelaskan, dalam penanggulangan kebakaran secara tradisional, siswa diajarkan teknik menggunakan karung goni basah untuk memadamkan api. Sementara secara modern, mereka dikenalkan dengan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Ia juga menekankan bahwa sebelum memadamkan api, seseorang harus memastikan pakaian yang digunakan dalam kondisi basah agar dapat melindungi kulit dari paparan panas.
