RADARCIREBON.ID – Peringatan Haul Mbah Kuwu Sangkan ke-526 menjadi momentum memperkuat semangat persatuan, gotong royong, dan sinergi membangun desa di Kabupaten Cirebon.
Wakil Bupati Cirebon, H Agus Kurniawan Budiman mengajak seluruh kuwu meneladani nilai perjuangan tokoh pendiri Cirebon tersebut dalam menjalankan pemerintahan dan melayani masyarakat.
Ajakan itu disampaikan pria yang akrab disapa Jigus saat menghadiri kegiatan Mengenang dan Meneladani Perjuangan Mbah Kuwu Sangkan dalam Bubak Sengka Tanah Caruban yang diselenggarakan Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC) di Kompleks Mbah Kuwu Sangkan, Kecamatan Talun.
Baca Juga:Serah Terima Aset Lambat, DPKPP Usulkan Revisi Perda PSULawan Apatisme Pemilih Pemula lewat Program SDCN
Kegiatan yang menjadi rangkaian Haul Mbah Kuwu Sangkan ke-526 tersebut dihadiri para kuwu se-Kabupaten Cirebon, tokoh masyarakat, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Cirebon.
Menurut Jigus, makna haul tidak hanya sebatas mengenang jasa Mbah Kuwu Sangkan, tetapi juga meneruskan semangat perjuangan dan pengabdian yang diwariskan kepada masyarakat Cirebon.
“Haul bukan sekadar mengenang wafatnya beliau. Yang paling utama adalah bagaimana kita meneruskan semangat perjuangan dan pengabdiannya untuk Cirebon,” ujarnya.
Ditegaskan Jigus, nilai persatuan, kerukunan, dan gotong royong yang diwariskan Mbah Kuwu Sangkan masih sangat relevan dalam menghadapi tantangan pembangunan saat ini.
Karena itu, pemerintah desa diminta menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai landasan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Persatuan, kerukunan, dan gotong royong adalah modal utama untuk mewujudkan Kabupaten Cirebon yang aman, maju, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tandasnya.
Pada kesempatan itu, Jigus juga menanggapi aspirasi para kuwu terkait keterbatasan anggaran pembangunan desa.
Baca Juga:Andalkan Pompanisasi Hadapi Kemarau EkstremDampingi Pelaku UMKM Urus Sertifikasi Halal
Menurutnya, kondisi fiskal memang menjadi tantangan yang dihadapi banyak daerah, namun tidak boleh menghentikan upaya pembangunan.
Ia menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara pemerintah desa dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon agar berbagai peluang pembiayaan dapat dimanfaatkan, baik melalui program pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, maupun pemerintah pusat.
“Yang terpenting komunikasi jangan sampai terputus. Meski ada keterbatasan anggaran, masih terbuka peluang dari berbagai program pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan desa,” tegasnya.
Jigus mengajak seluruh kuwu tetap optimistis menjalankan roda pemerintahan desa. Menurutnya, sinergi yang kuat antara pemerintah desa dan pemerintah daerah akan mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Cirebon. (den/adv)
