“Pernah dikelola oleh pemerintah desa setempat. Namun, seiring maraknya pelegalan warung-warung di sekitar area pantai, muncul persoalan baru berupa limbah sampah sisa makanan yang berserakan di sekitar bibir pantai,” ujarnya.
Kondisi tersebut kemudian mendorong Kelompok Mangrove Lestari untuk mengambilalih kembali pengelolaan kawasan wisata ini. Menariknya, di tengah upaya pembenahan tersebut, kelompok ini telah beberapa kali menerima tawaran investasi dari sejumlah pihak, namun tetap konsisten menolaknya demi mempertahankan keaslian kawasan. “Banyak sih tawaran-tawaran dari investor, tapi kami tolak. Apa adanya, alami saja,” jelas Warsum.
Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen komunitas ini untuk terus membenahi Pantai Panjiwa dari sisi kebersihan dan kelestarian lingkungan. Meski demikian, berdasarkan pengamatan langsung tim di lapangan, sampah yang berserakan di sepanjang pesisir masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya tuntas.
Baca Juga:24 Ribu Liter Air Bersih Dibagikan ke Pakembangan GarawangiSumber Air Mengering, Warga Kedung Kencana Gotong Royong Bangun Sarana Penyedia Air Bersih
Warsum berpesan kepada para wisatawan yang berkunjung ke Pantai Panjiwa Sumbermas agar menjaga kebersihan pantai. Ia berharap para pengunjung dapat menikmati alam yang disuguhkan apa adanya, tanpa mengharapkan fasilitas mewah layaknya pantai-pantai komersial pada umumnya.
Sebab, keunikan dan daya tarik utama Pantai Panjiwa justru terletak pada kealamiannya, sebuah nilai yang selama ini terus dijaga oleh Kelompok Mangrove Lestari di tengah godaan tawaran investasi yang datang silih berganti. “Alami apa adanya, tinggal bagaimana kita menjaga alam sekitar pantai, terutama menjaga ekosistem pantai. Semua pengunjung punya tanggung jawab menjaga kebersihan area wisata,” katanya. (oni)
