Sumber Air Mengering, Warga Kedung Kencana Gotong Royong Bangun Sarana Penyedia Air Bersih

Warga Kedung Kencana gotong royong
Peltu Dedi Suryadi, Babinsa Desa Kedung Kencana Koramil 1713/Ligung Kodim 0617/Majalengka, bersama warga bergotong royong membangun sarana penyediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Majalengka mulai menyebabkan sejumlah sumber air di pedesaan mengering. Kondisi tersebut turut dirasakan warga Desa Kedung Kencana, Kecamatan Ligung, yang mulai kesulitan memperoleh pasokan air bersih.

Merespons kondisi itu, Babinsa Desa Kedung Kencana Koramil 1713/Ligung Kodim 0617/Majalengka, Peltu Dedi Suryadi, menginisiasi pembangunan sarana penyediaan air bersih bersama masyarakat sebagai upaya mengantisipasi dampak kekeringan.

Warga dari berbagai blok bergotong royong membangun tempat penampungan air bersih yang berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman. Lokasi tersebut dipilih karena berada dekat dengan sumber air tanah yang masih stabil sehingga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air masyarakat selama musim kemarau.

Baca Juga:DPMD Indramayu Rutin Lakukan Pembinaan Perangkat Desa8.000 Hektare Sawah di Indramayu Berpotensi Terdampak Kekeringan

Peltu Dedi Suryadi mengatakan, inisiatif tersebut berawal dari keprihatinannya setelah melihat warga mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

“Kami ingin memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap air bersih. Melalui gotong royong ini, kami berupaya menghadirkan solusi bersama bagi kebutuhan warga,” ujarnya, Jumat (7/8).

Ia menjelaskan, air yang ditampung di sarana tersebut dapat dimanfaatkan secara gratis oleh seluruh warga. Sumber airnya juga telah terdaftar di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta telah melalui uji kualitas di laboratorium di Bandung dengan hasil layak digunakan.

“Upaya ini menunjukkan bahwa mitigasi bencana tidak harus menunggu kebijakan besar. Dari tingkat desa, kolaborasi antara aparat dan masyarakat mampu menjawab kebutuhan mendesak warga,” katanya.

Menurutnya, semangat gotong royong yang terbangun tidak hanya menghadirkan akses air bersih, tetapi juga memperkuat solidaritas masyarakat dalam menghadapi ancaman krisis air selama musim kemarau. (ono)

0 Komentar