Nilai tersebut menjadi semakin penting ketika para siswa berhadapan dengan lingkungan baru dan bertemu peserta dari berbagai latar belakang.
Di sisi lain, pendidikan karakter di Al-Azhar juga diperkuat melalui sejumlah program. Selain kepramukaan, terdapat Program Qiroati untuk memperkuat pendidikan keagamaan serta program Bahasa Inggris Cambridge untuk membekali siswa menghadapi lingkungan global.
Semua program tersebut diarahkan untuk membangun keseimbangan antara kemampuan akademik, spiritual, dan sosial.
Baca Juga:Bidik Teknologi PSEL untuk Olah Seribu Ton Sampah Penuh Lubang, Aspal Mengelupas, Jalan dr Cipto Mangunkusumo Kota Cirebon Rusak
Dari 12 peserta Al-Azhar Cirebon yang diberangkatkan, delapan merupakan siswa tingkat SMP dan empat siswa tingkat SD.
Ketua Yayasan Pendidikan Islam Siti Chodidjah, Emirzal Hamdani, mengatakan keberangkatan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Al-Azhar Cirebon.
Namun, di balik kebanggaan itu, ada pesan yang lebih penting: para siswa diminta menjaga kesehatan, mengikuti kegiatan dengan baik, serta tidak meninggalkan kewajiban sebagai umat Islam.
“Kami berharap anak-anak kami dapat melaksanakan kegiatan dengan lancar, sehat, dan sukses tanpa meninggalkan kewajiban sebagai seorang muslim. Jangan tinggalkan salat dan perbanyak doa agar diberikan kesehatan, kelancaran, serta fisik yang baik selama kegiatan,” ujar Emirzal.
Kontingen juga mendapat pendampingan dari Kak Haris selaku penanggung jawab Pramuka di lingkungan Al-Azhar Cirebon.
Bagi para siswa, Jamnas mungkin hanya berlangsung beberapa hari. Namun, pengalaman yang dibawa pulang bisa jauh lebih panjang.
Mereka akan kembali ke Cirebon bukan hanya dengan cerita tentang perkemahan, tetapi juga pengalaman bertemu teman baru, belajar mandiri, bekerja dalam tim, dan merasakan langsung keberagaman Indonesia.
Baca Juga:Jalan Ambles Makin Parah, Pemkab Cirebon Didesak Segera Lakukan Perbaikan Di Balik Kasus Pencabulan Remaja Disabilitas di Jagasatru, Pelaku Baru Lulus SMA, Keluarga Korban Tutup Pintu
Pihak yayasan pun berharap pengalaman tersebut menjadi langkah awal lahirnya kader-kader Pramuka Garuda dari Al-Azhar Cirebon yang mampu berprestasi dan mengharumkan nama sekolah di tingkat nasional.
Dari Cirebon menuju Cibubur, para siswa itu membawa satu misi sederhana: belajar, berproses, dan pulang dengan pengalaman yang tidak mudah dilupakan. (*)
