Cegah Banjir dari Hulu, Pemkab Cirebon Bikin Rorak dan Tanam 150 Pohon di Sidawangi

DENY HAMDANI/RADAR CIREBON
CEGAH BANJIR: Wakil Bupati Cirebon H Agus Kurniawan Budiman bersama Sekda H Hendra Nirlama SSos MSi melakukan penanaman pohon di kawasan Sidawangi, kemarin. Dinas Lingkungan Hidup juga membuat rorak atau embung kecil di kawasan tersebut.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Pemerintah Kabupaten Cirebon mulai memperkuat upaya mitigasi banjir dari kawasan hulu.

Salah satunya dilakukan melalui gerakan rehabilitasi dan konservasi lingkungan di Desa Sidawangi, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 150 pohon ditanam di tiga titik. Selain itu, pemerintah juga membuat rorak untuk menahan dan memperlambat aliran air dari kawasan dataran tinggi menuju wilayah hilir.

Baca Juga:Setelah ASN, BNN Siap Periksa 50 Anggota DPRD Kuningan Dukungan dari Provinsi Berkurang, Anggaran JKN Terancam Defisit, Dinkes Perketat Verifikasi Peserta PBI

Wakil Bupati Cirebon, H Agus Kurniawan Budiman mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, aktivis lingkungan, dan masyarakat dalam menjaga kawasan hulu.

“Hari ini kami melaksanakan gerakan rehabilitasi dan konservasi lingkungan sebagai upaya mendukung mitigasi banjir di wilayah Kecamatan Sumber,” ujar Agus yang akrab disapa Jigus.

Menurutnya, pengendalian banjir tidak dapat hanya mengandalkan penanganan ketika air sudah menggenangi wilayah permukiman. Upaya pencegahan juga harus dilakukan dari kawasan hulu.

Jigus mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia berharap gerakan serupa dapat diperluas ke kecamatan lain yang memiliki potensi kerawanan banjir.

“Ini merupakan bentuk nyata pemerintah daerah supaya di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon bisa mengurangi intensitas banjir,” katanya.

Sebanyak 150 pohon yang ditanam Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon terdiri atas sejumlah tanaman keras, antara lain mahoni, jamblang, waru, dan kedawung.

Selain penghijauan, pembuatan rorak menjadi bagian dari kegiatan konservasi. Jigus menjelaskan, rorak berfungsi menahan aliran air agar tidak langsung mengalir dari kawasan yang lebih tinggi menuju wilayah bawah.

Baca Juga:Pemda Canangkan Bulan Dana PMI, Target Naik Jadi Rp900 JutaDi Balik Angka Stunting, Ada Mimpi Anak-anak Kuningan yang Harus Dijaga

“Sidawangi merupakan dataran tinggi. Jadi, air dari atas tidak langsung limpasan ke bawah, tetapi ditahan terlebih dahulu oleh rorak,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Cirebon Dede Sudiono ST MSi mengatakan, penanaman pohon di Sidawangi merupakan tahap awal program rehabilitasi lingkungan.

Kedepan, pelaksanaannya akan diarahkan ke wilayah lain berdasarkan hasil pemetaan kawasan rawan banjir.

“Ini merupakan awalan saja. Kedepan, sesuai yang disampaikan Pak Wakil Bupati, BPBD sedang memetakan titik-titik banjir,” kata Dede.

0 Komentar