RADARCIREBON.ID – Sejarah Linggarjati kembali dihidupkan melalui Festival Linggarjati 2026 bertajuk The Soul of Linggarjati.
Tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, festival yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan tersebut dirancang sebagai ruang edukasi untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan budaya daerah.
Rangkaian kegiatan diharapkan dapat menjadi pengalaman bagi anak-anak untuk mengenal nilai sejarah secara lebih dekat dan menyenangkan.
Baca Juga:Dukungan dari Provinsi Berkurang, Anggaran JKN Terancam Defisit, Dinkes Perketat Verifikasi Peserta PBIPemda Canangkan Bulan Dana PMI, Target Naik Jadi Rp900 Juta
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Tuti Andriani mengatakan, Linggarjati memiliki arti penting bagi Kabupaten Kuningan maupun Indonesia. Kawasan tersebut tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, budaya, dan identitas daerah.
Menurutnya, festival menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat sejarah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya kepada generasi muda. Kegiatan tersebut juga dinilai dapat menggerakkan perekonomian masyarakat dan memperkuat kebanggaan terhadap daerah.
“Ketika kita menyelenggarakan Festival Linggarjati, sesungguhnya kita tidak hanya sedang menyelenggarakan sebuah perlombaan, tetapi kita sedang menghidupkan kembali semangat sejarah, memperkenalkan kebudayaan, kekayaan budaya, menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus membangun kebanggaan terhadap daerah kita sendiri,” ujarnya.
Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus globalisasi, pemahaman terhadap akar sejarah dinilai semakin penting. Generasi muda perlu memiliki pengetahuan mengenai sejarah daerah agar tidak kehilangan identitas dan tetap memiliki keterikatan dengan lingkungan budayanya.
Bupati juga menekankan bahwa keberhasilan festival tidak semata-mata diukur dari kemeriahan acara. Dampak terhadap masyarakat, keterlibatan warga, keberlanjutan nilai budaya, hingga kontribusi terhadap perekonomian daerah menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
“Keberhasilan sebuah festival tidak hanya diukur dari seberapa meriah acara tersebut. Keberhasilan juga dapat dilihat dari seberapa besar festival mampu memberikan manfaat, seberapa banyak masyarakat yang terlibat, seberapa kuat nilai budaya yang diwariskan, serta seberapa besar dampaknya terhadap perekonomian masyarakat,” katanya.
Ia berharap Festival Linggarjati terus dievaluasi dan dikembangkan sehingga dapat menjadi agenda kebudayaan yang semakin kuat serta memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Kuningan.
Baca Juga:Di Balik Angka Stunting, Ada Mimpi Anak-anak Kuningan yang Harus DijagaBupati Beberkan Penyebab Temuan LHP BPK
Kepala Disdikbud Kuningan, Dr Carlan, mengatakan festival tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendekatkan sejarah dengan kehidupan generasi muda. Menurutnya, pembelajaran sejarah tidak cukup hanya dilakukan di ruang kelas, tetapi perlu dikemas melalui pengalaman yang menarik dan relevan dengan dunia anak.
