Harga Gabah Turun, Petani Cirebon Mulai Hadapi Krisis Air

tanaman padi
MUSIM TANAM KEDUA: Petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengoperasikan pompa agar tanaman padi tetap mendapatkan pasokan air, kemarin. FOTO: KHOIRUL ANWARUDIN/RADRA CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Harga gabah kering panen (GKP) di Kabupaten Cirebon mulai turun setelah sempat mencapai Rp8.000/kilogram (kg) saat puncak panen. Kini, harga gabah berada di kisaran Rp7.200-Rp7.300/kg.

Meski mengalami penurunan, harga tersebut masih dinilai cukup menguntungkan bagi petani.

Hasil panen masih mampu menutup biaya produksi sekaligus menjadi modal untuk kembali menggarap sawah pada musim tanam kedua (MT2).

Baca Juga:Pesan Damai di Balik Denting Gamelan, Diplomasi Kultural Wali Songo yang Bertahan Ratusan TahunAtraksi Wushu Genta Suci Memukau

Ketua Gapoktan Makmur, Rojai mengatakan, harga gabah saat ini masih berada pada level yang dapat diterima petani. “Pas puncak-puncaknya Rp8.000. Sekarang sekitar Rp7.200 sampai Rp7.300 per kilonya,” kata Rojai.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat petani tetap memiliki modal untuk melanjutkan kegiatan bercocok tanam.

Setelah panen selesai, sebagian petani mulai kembali mengolah lahan untuk menghadapi MT2.

“Selama harga gabah masih bisa menutup ongkos produksi dan ada modal untuk kembali menanam, sawah tetap harus digarap,” ujarnya.

Dari sisi produktivitas, hasil panen juga masih tergolong baik meski sempat terdampak serangan hama tikus pada awal tahun.

Rojai menyebut, produksi padi masih berada di kisaran enam hingga tujuh ton per hektare.

Gapoktan Makmur sendiri menaungi enam kelompok tani dengan total luas lahan sekitar 125,5 hektare. Sebanyak 208 petani menggantungkan mata pencahariannya dari lahan tersebut.

Baca Juga:Santri Al Hikmah Bobos Juara 1 Panahan Jawa BaratAhmad Dzu Izzin Terpilih Pimpin GP Ansor Kota Cirebon 2026-2030

Namun, persoalan yang kini mulai menjadi perhatian petani bukan hanya harga gabah. Memasuki musim kemarau, ketersediaan air untuk mengairi sawah mulai menjadi tantangan di sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon.

Rojai mengatakan, lahan yang mendapatkan pasokan air dari Daerah Irigasi Rentang masih relatif aman.

Sebaliknya, sejumlah wilayah di bagian selatan mulai kesulitan mendapatkan air dan harus mengandalkan pompa.

“Yang tidak aman daerah selatan. Hampir tiap petak itu pakai pompa semua,” katanya.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya produksi petani. Ketika pasokan air irigasi terbatas, petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengoperasikan pompa agar tanaman tetap mendapatkan pasokan air.

Karena itu, menurut Rojai, harga gabah di kisaran Rp7.200-Rp7.300 per kilogram masih cukup membantu selama biaya produksi dapat dikendalikan.

0 Komentar