“Sejarah yang hanya dikenang akan menjadi nostalgia, sejarah yang diteliti akan menjadi ilmu, tetapi sejarah yang dihidupkan akan menjadi inspirasi, dan sejarah yang diteruskan akan menjadi peradaban,” katanya.
Syekh Maulana Akbar, menurut Prof Didin, tidak cukup dipandang hanya sebagai sosok yang makamnya diziarahi. Ia merupakan ulama yang meninggalkan gagasan, strategi sosial, pendidikan, serta warisan peradaban yang masih relevan untuk dipelajari.
Dalam sejarah lokal, perjalanan Syekh Maulana Akbar berkaitan erat dengan perkembangan dakwah Islam di Kuningan. Ia disebut mendirikan pesantren di Sidapurna yang kemudian berkembang dan melahirkan pemukiman baru bernama Purwawinangun. Setelah wafat, Syekh Maulana Akbar dimakamkan di Astana Gede.
Baca Juga:Tugu Kuda Kuningan Bakal Gantikan Tugu Bola DuniaKuningan Perketat Pengawasan Program MBG
Jejak tersebut menjadi pengingat bahwa sejarah sebuah daerah tidak hanya dibangun oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh gagasan, pendidikan, nilai keagamaan, dan keteladanan yang diwariskan lintas generasi.
Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar mengatakan, Haul Syekh Maulana Akbar menjadi momentum untuk bertafakur dan bermuhasabah sekaligus mengingat kembali akar sejarah daerah.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan pemerintah, saya menyampaikan selamat memperingati Hari Jadi Kuningan yang ke-528 kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Kuningan,” ujarnya.
Menurut Dian, pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, moral, kehidupan keagamaan, dan kepedulian sosial harus berjalan beriringan.
“Kemajuan sebuah bangsa tidak akan memiliki makna, apabila tidak dibarengi dengan akhlak atau karakter yang mulia,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga kondusivitas daerah dan tidak mudah terpecah oleh isu yang menyesatkan. Perbedaan, kata dia, semestinya menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan.
Pemerintah, lanjut Dian, tidak dapat berjalan sendiri. Pembangunan Kuningan membutuhkan kebersamaan antara pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat.
Baca Juga:TPSA Ciniru Kuningan Masih TerbakarBupati Kuningan Minta ASN Harus Jadi Problem Solver
Bupati turut mengapresiasi kehadiran Ustaz Solmed yang memberikan tausiah dalam Tabligh Akbar. Ia berharap pesan keagamaan yang disampaikan, dapat membuka hati dan pikiran masyarakat sekaligus menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas kehidupan.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Tabligh Akbar bersama Ustaz Solmed. Seluruh agenda di Astana Gede menyatukan ziarah, doa, istighosah, refleksi sejarah dan tausiah keagamaan sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi ke-528 Kuningan. (ags)
