Bupati Kuningan Minta ASN Harus Jadi Problem Solver

Ist 
PELATIHAN: Puluhan ASN mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) BKPSDM Kabupaten Kuningan Angkatan I Tahun 2026, upaya peningkatan kualitas pelayanan birokrasi di Kabupaten Kuningan.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Bupati Kuningan Dr Dian Rachmat Yanuar MSi menegaskan pentingnya membangun budaya kerja aparatur sipil negara (ASN) yang berorientasi pada solusi, hasil, dan dampak nyata bagi masyarakat.

Pesan itu disampaikan Bupati Dian saat memberikan pembekalan kepada peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) BKPSDM Kabupaten Kuningan Angkatan I Tahun 2026.

Menurut Bupati Dian, birokrasi tidak membutuhkan aparatur yang hanya sibuk mencari kesalahan ketika menghadapi persoalan. ASN harus mampu menjadi problem solver yang mencari jalan keluar dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Baca Juga:Perkuat Pembinaan dan Pelayanan Jamaah Haji, Jamaludin Malik Nakhodai PFK KBIHU CirebonEris Sugiyanto Pimpin Lapas Kuningan

Ketika menghadapi masalah, aparatur diminta tidak mudah mengatakan tidak bisa atau menganggap persoalan tersebut bukan bagian dari tugasnya. ASN harus memahami aturan, mencari strategi di tengah keterbatasan sumber daya, serta membangun kolaborasi apabila membutuhkan dukungan lintas perangkat daerah.

“Kalau memang tidak bisa dengan cara pertama, cari cara kedua. Ketika ada pertanyaan yang tidak bisa kita jawab, kita tidak boleh berhenti di ‘saya tidak tahu’. Kita harus punya kemauan untuk mencari jawaban,” ujar Bupati Dian.

Bupati Dian juga mengingatkan bahwa kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual. Seorang pemimpin, kata dia, harus memiliki kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, dan sosial.

Kemampuan mengendalikan emosi menjadi salah satu hal yang ditekankan. Sifat mudah marah dan “sumbu pendek” dinilai dapat menjadi persoalan serius dalam birokrasi.

Bupati kemudian mengutip pesan almarhum ayahandanya yang pernah mengabdikan diri sebagai guru selama puluhan tahun.

“Sebelum kamu memimpin orang lain, kamu harus bisa memimpin atau mengendalikan diri sendiri,” katanya.

Bupati Dian juga mendorong peserta PKP memiliki sense of ownership atau rasa memiliki terhadap organisasi. ASN, menurut dia, tidak seharusnya hanya bekerja setelah mendapat perintah.

Baca Juga:Setelah ASN, BNN Siap Periksa 50 Anggota DPRD Kuningan Dukungan dari Provinsi Berkurang, Anggaran JKN Terancam Defisit, Dinkes Perketat Verifikasi Peserta PBI

Aparatur harus mampu melihat persoalan di sekitarnya dan mengambil inisiatif untuk menyelesaikannya.

“Jangan bekerja karena perintah saja. Kuasai tugas pokok dan fungsi, kerjakan dengan hati. Jangan bekerja karena merasa diperintah saja. Itu tandanya kita tidak punya tanggung jawab,” tegasnya.

0 Komentar