RADARCIREBON.ID – Persaingan rumah sakit umum daerah (RSUD) dengan rumah sakit swasta di Kabupaten Cirebon semakin ketat. Ada persoalan yang mesti dituntaskan.
Bukan hanya meningkatkan kualitas fasilitas pelayanan. Tapi, ada hal lain yang tak kalah penting. Yakni, mempertahankan dokter spesialis agar tidak berpindah ke rumah sakit (RS) swasta.
Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Aan Setyawan SSi mengatakan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Baca Juga:Pesan Damai di Balik Denting Gamelan, Diplomasi Kultural Wali Songo yang Bertahan Ratusan TahunAtraksi Wushu Genta Suci Memukau
Menurutnya, peningkatan kesejahteraan dokter spesialis menjadi salah satu kunci untuk menjaga kualitas pelayanan di rumah sakit daerah.
“Dokter spesialis ini harus kita perhatikan kesejahteraannya. Jangan sampai karena ada tawaran insentif yang lebih tinggi dari rumah sakit swasta, mereka kemudian memilih pindah,” ujar Aan.
Menurutnya, persaingan itu cukup terasa di RSUD Arjawinangun. Rumah sakit plat merah itu berada di kawasan yang kini dikelilingi dan terus berkembangnya layanan kesehatan swasta.
“Situasi serupa juga perlu diantisipasi RSUD Waled yang menjadi salah satu rumah sakit rujukan masyarakat di wilayah Cirebon Timur,” tuturnya.
Politisi PDIP itu menegaskan, kehadiran rumah sakit swasta di kawasan tersebut membuat RSUD harus semakin serius memperkuat kualitas layanan sekaligus mempertahankan tenaga medisnya.
“Kami sebelumnya telah mendorong pemerintah daerah memberikan tunjangan khusus bagi dokter spesialis yang bertugas di rumah sakit milik daerah,” terangnya.
Ia berharap, skema tunjangan maupun insentif bagi dokter spesialis dapat diperkuat sehingga RSUD memiliki daya tarik yang cukup untuk mempertahankan tenaga medis terbaiknya.
Baca Juga:Santri Al Hikmah Bobos Juara 1 Panahan Jawa BaratAhmad Dzu Izzin Terpilih Pimpin GP Ansor Kota Cirebon 2026-2030
“Mempertahankan dokter spesialis bukan semata persoalan kepegawaian. Di baliknya ada kepentingan pelayanan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, jika dokter spesialis bertahan dan kebutuhan tenaga medis terpenuhi, masyarakat memiliki lebih banyak alasan untuk memilih rumah sakit daerah ketika membutuhkan layanan kesehatan.
“Intinya, bagaimana rumah sakit daerah ini tetap mampu bersaing dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Aan.
Ditambahkannya, penguatan dokter spesialis dinilai harus berjalan beriringan dengan peningkatan fasilitas, kualitas pelayanan, serta tata kelola rumah sakit.
