Terpisah, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memastikan dirinya tidak mengikuti kontestasi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar ke-35 NU. Nasaruddin memilih tetap berkonsentrasi menjalankan tugasnya sebagai Menteri Agama di tengah berlangsungnya Muktamar NU di Jombang.
Keputusan tersebut sekaligus menjawab isu yang sebelumnya beredar di media sosial mengenai dirinya yang disebut-sebut akan maju dalam pemilihan Ketua Umum PBNU. Nasaruddin menegaskan kabar mengenai pengunduran dirinya sebagai Menteri Agama juga tidak benar. “Saya menyatakan bahwa itu tidak benar, tidak pernah kami melakukan hal seperti itu,” kata Nasaruddin dalam keterangannya terkait isu pengunduran dirinya.
Nasaruddin menjelaskan keputusan untuk tidak ikut dalam kontestasi Ketua Umum PBNU diambil dengan mempertimbangkan tanggung jawabnya sebagai Menteri Agama. Ia menilai tugas yang harus diselesaikan di Kementerian Agama cukup luas sehingga membutuhkan perhatian penuh.
Baca Juga:Update Penanganan Kasus Bank Cirebon, Segera Naik Sidang; Berkas Sudah Masuk PengadilanKPBU APJ Cara Halus Gadaikan APBD, Pandangan Akademisi UGJ Terhadap Langkah Pemkot Cirebon
Menurutnya, fokus menjalankan amanah di pemerintahan menjadi pilihan yang dinilai paling tepat saat ini. Meski demikian, keputusan tersebut tidak berarti dirinya meninggalkan perhatian terhadap Nahdlatul Ulama. “Lebih baik saya berkonsentrasi di Kementerian Agama, tanpa harus meninggalkan konsen saya terhadap Nahdlatul Ulama,” ujarnya.
Nasaruddin juga menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak dari berbagai daerah yang sebelumnya telah membayangkan dirinya memimpin PBNU. Ia berharap keputusan tersebut dapat dipahami dalam konteks tanggung jawabnya sebagai Menteri Agama.
Sebelumnya, nama Nasaruddin Umar memang disebut dalam bursa kandidat Ketua Umum PBNU. Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul pada Juli 2026 pernah menyebut sejumlah nama yang berpotensi masuk dalam kontestasi, termasuk Nasaruddin.
Dengan keputusan tersebut, Nasaruddin tidak akan mengikuti persaingan memperebutkan posisi Ketua Umum PBNU. Ia berharap Muktamar ke-35 NU berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang memberikan manfaat bagi organisasi serta bangsa. “Mudah-mudahan Muktamar ini berjalan lebih lancar dan menghasilkan hasil-hasil Muktamar yang lebih baik untuk bangsa, khususnya untuk NU,” tutur Menag Nasaruddin.
Sementara itu, Sabtu, 29 Agustus 2026, menjadi hari paling krusial dalam Muktamar ke-35 NU. Pagi hari ini akan diisi dengan penyelesaian sidang komisi dan tabulasi usulan anggota AHWA. Usai istirahat siang, Sidang Pleno III dan Pleno IV digelar untuk pengesahan hasil komisi.
