RADARCIREBON.ID – Sebanyak 70 pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Kuningan mendapat layanan servis sepeda motor dan penggantian oli secara gratis dari Polres Kuningan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun kemitraan dengan komunitas ojol sekaligus memperkuat kesadaran keselamatan di jalan.
Layanan gratis tersebut digelar di Taman Kota (Tamkot) Kuningan dan Mapolres Kuningan. Selain servis dan penggantian oli, para pengemudi juga mendapat vitamin, pemeriksaan kesehatan, serta edukasi keselamatan berkendara atau safety riding.
Baca Juga:Berantas Knalpot Brong, Satlantas Polres Kuningan Gencarkan SosialisasiKrisis Air Bersih Melanda Puluhan Keluarga di Desa Cihanjaro Kuningan
Kasat Lantas Polres Kuningan AKP Aktuin Moniharapon mengatakan, kegiatan tersebut ditujukan untuk membantu menjaga kondisi kendaraan yang menjadi sarana utama pengemudi ojol dalam mencari nafkah sehari-hari.
“Kami memberikan servis gratis untuk kendaraan roda dua, khususnya bagi pengendara dari komunitas ojek online. Selain servis gratis, kami juga memberikan vitamin, pemeriksaan kesehatan, dan sosialisasi safety riding,” ujar Aktuin.
Menurutnya, kendaraan yang terawat dan dalam kondisi prima menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang keselamatan pengemudi maupun pengguna jalan lainnya. Karena itu, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada perawatan kendaraan, tetapi juga diikuti edukasi keselamatan berlalu lintas.
Dalam kesempatan tersebut, polisi turut mengingatkan para pengemudi ojol untuk tidak menggunakan knalpot bising atau knalpot brong. Penggunaan knalpot tersebut dinilai dapat mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan lingkungan sekitar.
Aktuin menegaskan, jalan raya merupakan ruang bersama sehingga setiap pengendara memiliki tanggung jawab menjaga kenyamanan dan ketertiban.
“Kami juga menyosialisasikan agar tidak menggunakan knalpot bising atau brong karena itu mengganggu pengendara lain. Jalan raya digunakan bersama, bukan hanya oleh satu atau dua orang,” katanya.
Ia berharap para pengemudi ojol tidak hanya menerapkan pesan keselamatan yang diterima, tetapi juga ikut menyebarkannya kepada pengendara lain. Dengan demikian, komunitas ojol dapat menjadi mitra kepolisian dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas.
Baca Juga:Haul Syekh Maulana Akbar Jadi Momentum Refleksi Sejarah dan Spiritual di Hari Jadi KuninganTugu Kuda Kuningan Bakal Gantikan Tugu Bola Dunia
“Kami berharap rekan-rekan ojol yang sudah mendapatkan sosialisasi ini juga bisa menyampaikan kepada pengendara lainnya agar tidak menggunakan knalpot brong,” ujarnya.
Kepolisian menilai komunitas ojol memiliki peran penting sebagai mitra dalam menjaga kamtibmas. Aktivitas pengemudi ojol yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan berlangsung hampir setiap hari di berbagai ruas jalan dinilai dapat membantu penyebaran pesan-pesan keselamatan berlalu lintas.
