Harga Daging Ayam Masih Tinggi di Pasar Tradisional

Harga daging ayam
HARGA MASIH TINGGI: Harga daging ayam potong di Pasar Sumber Kabupaten Cirebon masih tinggi, kemarin. Para pedagang terpaksa mengurangi stok dari pemasok. FOTO: KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Harga daging ayam potong di Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon, masih bertahan tinggi. Hingga Rabu (2/9), harga ayam di tingkat pedagang berada di kisaran Rp38 ribu hingga Rp40 ribu/kilogram (kg), belum kembali ke harga sebelumnya yang hanya sekitar Rp27 ribu/kg.

Kenaikan harga hingga belasan ribu rupiah per kilogram itu mulai memengaruhi aktivitas jual beli di pasar.

Pedagang mengaku pembeli cenderung mengurangi belanja, sementara mereka harus mengeluarkan modal lebih besar untuk mendapatkan stok ayam.

Baca Juga:105 Tahun Mengabdi untuk Cirebon, RSD Gunung Jati Terus BerinovasiPuluhan Hektare Sawah Terancam Puso, Dinas Pertanian Siapkan Bantuan Benih Padi bagi Petani yang Gagal Panen 

Pedagang ayam di Pasar Sumber, Rudi mengatakan, harga ayam sampai saat ini belum mengalami penurunan. Harga di lapangan masih berada di kisaran Rp38 ribu-Rp40 ribu per kilogram.

“Waktu sebelumnya masih Rp27 ribu, sekarang naik. Sampai sekarang belum turun harganya,” ujar Rudi.

Tingginya harga membuat Rudi terpaksa mengurangi jumlah ayam yang dibeli dari pemasok.

Jika sebelumnya mampu mengambil sekitar 40 kilogram ayam per hari, kini stoknya dipangkas menjadi sekitar 20 kilogram.

Pengurangan stok tersebut dilakukan untuk menghindari kerugian karena harga ayam yang mahal membuat penjualan ikut melambat. “Jualannya pasti mengurangi omzet karena mahal, jadi sepi juga,” katanya.

Kondisi serupa dirasakan pedagang lainnya, Atun. Ia mengungkap, harga ayam yang sebelumnya masih berada di kisaran Rp27 ribu/kg, kini bertahan pada angka Rp38 ribu hingga Rp40 ribu/kg.

“Naik, tadinya Rp27 ribu sekarang Rp38 ribu sampai Rp40 ribu,” ujarnya.

Baca Juga:Tata Stadion Ranggajati, Perbaiki Lintasan Atletik Kontribusi Parkir Masih Receh, Peluang Maraknya Street Coffee pada PAD Belum Tergarap Maksimal

Menurut Atun, tingginya kebutuhan ayam di pasaran menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi harga.

Selain itu, pasokan dari pemasok juga berpengaruh terhadap harga ayam yang diterima pedagang.

Bagi pedagang kecil, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri. Di satu sisi, modal yang dibutuhkan untuk membeli ayam semakin besar.

Di sisi lain, kenaikan harga membuat sebagian konsumen menahan pembelian atau mengurangi jumlah ayam yang dibeli.

Atun berharap harga ayam segera kembali normal agar perdagangan di pasar kembali bergairah dan pedagang kecil tidak semakin terbebani.

“Harapannya sih ya normal kembali, supaya saya orang kecil bisa dagang juga,” ungkapnya. (awr)

0 Komentar