Puluhan Hektare Sawah Terancam Puso, Dinas Pertanian Siapkan Bantuan Benih Padi bagi Petani yang Gagal Panen 

antre air bersih
TERDAMPAK KEKERINGAN: Ratusan warga harus antre untuk mendapatkan air bersih yang disalurkan oleh BPBD Kabupaten Cirebon, belum lama ini. FOTO: DENY HAMDANI/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Kekeringan mulai mengancam areal pertanian di Kabupaten Cirebon. Penurunan debit air secara drastis membuat sejumlah lahan sawah berpotensi mengalami gagal panen atau puso.

Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon memperkirakan luas lahan yang berpotensi puso mencapai 20 hingga 30 hektare. Data tersebut masih bersifat sementara karena pendataan di lapangan terus dilakukan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Dr Deni Nurcahya ST MSi mengatakan, laporan ancaman puso datang dari sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Ciwaringin dan sebagian Kecamatan Beber.

Baca Juga:Usia Produktif Lebih Dominan, Temukan 144 Kasus Baru HIV, Dinas Kesehatan Perkuat Screening dan Pengobatan Jemput Masa Depan di Expo Pendidikan SMA Santa Maria 1 Cirebon, Hadirkan 25 Perguruan Tinggi Swasta Terkenal

“Dimungkinkan akan terjadi puso. Ada beberapa lokasi, cuma kami belum bisa rilis datanya seberapa banyak, masih dalam pemantauan,” kata Deni.

Menurut Deni, penurunan debit air menjadi salah satu penyebab utama tanaman padi terancam gagal panen.

Kondisi tersebut membuat pasokan air ke lahan pertanian tidak mencukupi, terutama persawahan yang bergantung pada jaringan irigasi.

Untuk menyelamatkan tanaman, pemerintah mengerahkan pompa dan membangun jaringan irigasi perpompaan (irpom) di sejumlah titik.

Salah satunya di Desa Susukan Kecamatan Susukan, tepatnya Blok Kayen. Di lokasi tersebut terdapat sekitar 309 hektare sawah yang selama ini mendapat pasokan air dari saluran irigasi arah Majalengka.

Karena pasokan air berkurang, Dinas Pertanian bersama pihak terkait membuat irpom sepanjang 2,2 kilometer dari Saluran Rentang Kanan.

Pompa darurat dipasang di kawasan bendung rumah penjaga bendung BBWS. Air kemudian dialirkan melalui jaringan pipa menuju areal persawahan.

Baca Juga:Muludan di Pengguron Pegajahan CirebonASN Pensiun 169 Orang, PPPK Juga Sudah Ada yang Pensiun

Penanganan juga dilakukan di Geyongan. Embung BBWS yang menjadi salah satu sumber air di kawasan tersebut telah mengering.

Pemerintah kemudian memasang pompa sentrifugal dari Saluran Rentang Kanan. Air dialirkan melalui jaringan pipa sepanjang 1,5 kilometer dengan diameter 6 inci.

“Karena embung BBWS-nya kering, kita pasang juga pompa sentrifugal di Saluran Rentang Kanan,” ujar Deni.

Tak hanya di dua lokasi. Dinas Pertanian tengah mengerjakan irpom di sejumlah titik lain. Dalam pekan ini, sedikitnya 40 titik irpom dipasang untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan.

Dinas Pertanian juga menyiapkan 120 unit pompa berukuran 6 inci. Sementara pompa 3 inci telah dibagikan kepada petani dan 20 unit pompa 4 inci disiapkan sebagai cadangan.

0 Komentar