RADARCIREBON.ID – Bupati Cirebon Drs H Imron MAg berencana mengadopsi konsep pendidikan vokasi yang diterapkan salah satu SMK di Kabupaten Bekasi.
Konsep tersebut dinilai mampu membekali siswa dengan keterampilan dan karakter yang sesuai kebutuhan dunia kerja, termasuk membuka peluang bekerja di luar negeri.
Rencana itu muncul setelah Imron melakukan kunjungan langsung ke sekolah tersebut dan melihat sistem pendidikan yang diterapkan.
Baca Juga:Komitmen Pelayanan Lewat Inovasi KesehatanHadapi Ancaman Krisis Iklim, ICMI Siapkan Gagasan Ketahanan Pangan
Menurut Imron, sekolah tersebut memiliki keunggulan karena berada di tengah kawasan industri. Kondisi itu membuat proses pendidikan lebih dekat dengan kebutuhan dunia kerja.
Siswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran akademik sesuai jurusan, tetapi juga dibekali keterampilan praktis agar siap memasuki dunia kerja.
Bahkan, lulusan sekolah tersebut dipersiapkan untuk bekerja di kawasan industri maupun ke luar negeri, termasuk Jepang dan Jerman.
“Jadi sekolah itu ada di tengah-tengah kawasan industri. Di sana anak-anak dididik untuk disiapkan langsung kerja di lingkungan situ ataupun di Jepang dan di Jerman,” ujar Imron.
Selain keterampilan kerja, pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam konsep tersebut. Siswa dibiasakan disiplin dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk menjaga kebersihan dan mematuhi aturan.
Imron menilai, pola pendidikan semacam itu menarik untuk diterapkan di Kabupaten Cirebon.
Menurutnya, pendidikan vokasi idealnya tidak hanya menghasilkan lulusan yang menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan dan karakter yang dibutuhkan dunia kerja.
Baca Juga:Krisis Air Bersih hingga Jalan Rusak Parah, Kepala Desa Slangit Desak Pemda Segera Lakukan PerbaikanPemkab Cirebon Percepat Izin Hulu Migas, Tiga Kecamatan Jadi Lokasi Pengeboran
“Di samping dididik pelajaran, juga dididik keahlian. Jadi anak itu mau jurusannya apa, dan juga di sana dididik masalah karakter,” katanya.
Hal lain yang menjadi perhatian Imron adalah kemampuan bahasa asing yang diberikan kepada siswa.
Selain bahasa Inggris, sekolah tersebut juga mengajarkan bahasa Arab. Saat melakukan kunjungan, Imron mengaku, mendapat sambutan menggunakan enam bahasa.
“Saya juga ke sana itu disambut dengan enam bahasa. Nah, itu sangat mantap sekali,” ungkapnya.
Imron berharap, sebagian konsep tersebut dapat diadaptasi di Kabupaten Cirebon. Dia menegaskan penerapannya tidak harus sama persis, tetapi pola pendidikan yang dinilai efektif dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi daerah.
