Prabowo Paparkan Program MBG hingga Ketahanan Pangan

BPMI SETPRES
STRATEGIS: Presiden RI Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Federasi Rusia, Kamis (3/9/2026). FOTO: BPMI SETPRES
0 Komentar

Meski demikian, Presiden Prabowo menegaskan kehadirannya di Vladivostok menjadi bentuk penghormatan sekaligus upaya untuk memenuhi komitmen terhadap hubungan Indonesia-Rusia. “Tapi saya membayar hutang saya dengan hadir di Vladivostok sekarang. Sekali lagi terima kasih,” ucap Presiden Prabowo, dilansir dari rilis resmi BPMI Setpres.

PAMER PROGRAM MBG HINGGA KETAHANAN PANGAN

Sementara itu, saat berpidato sebagai tamu kehormatan pada Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum/EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, sebagaimana dipantau melalui tayangan langsung YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo menegaskan pembangunan tak boleh hanya menguntungkan segelintir orang, tapi harus diukur dari manfaat yang dirasakan keluarga biasa, termasuk melalui pemenuhan gizi dan ketahanan pangan.

“Pembangunan tidak boleh hanya menguntungkan segelintir orang. Pembangunan harus diukur di meja makan keluarga biasa, apakah anak-anak menerima makanan bergizi? Apakah petani bisa mendapatkan pupuk dan menjual hasil bumi mereka dengan harga yang adil?” kata Prabowo.

Baca Juga:DPRD Soroti Rangkap Kursi di Perumda Air Minum Tirta Jati, Cakra: Direktur Kok Mengawasi Diri Sendiri?Rp28 Triliun untuk Pertanian, Bawang Putih Jadi Target

“Apakah keluarga bisa tinggal di rumah yang layak? Apakah kaum muda bisa mendapatkan pekerjaan produktif? Dan apakah listrik bisa menjangkau setiap rumah di setiap desa?” lanjutnya.

Menurut Presiden, prinsip tersebut menjadi salah satu landasan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta upaya pemerintah mencapai swasembada pangan dan ketahanan energi. Pemerintah, kata dia, juga mempercepat hilirisasi industri agar sumber daya alam dapat menciptakan industri, meningkatkan keterampilan, dan membuka lapangan pekerjaan di dalam negeri.

Prabowo mengatakan berbagai kebijakan itu tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar angka pertumbuhan ekonomi, tapi memastikan pertumbuhan memberikan manfaat bagi masyarakat. “Inilah sebabnya kami mengupayakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, bukan pertumbuhan demi pertumbuhan semata, tetapi pertumbuhan yang dapat mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan menuju martabat,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Prabowo juga melihat peluang peningkatan kerja sama Indonesia dan Rusia di bidang ketahanan pangan. “Di bidang ketahanan pangan, kami melihat peluang dalam bekerja sama dengan Rusia pada teknologi pertanian, benih unggul, dan pembiakan ternak, mekanisasi pertanian, pengolahan makanan, dan produksi bersama pupuk,” katanya.

0 Komentar