RADARCIREBON.ID – Bupati Majalengka Drs H Eman Suherman MM angkat bicara terkait video inspeksi mendadak (sidak) program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Kecamatan Kasokandel yang viral di media sosial.
Video tersebut menampilkan percakapan Eman dengan sejumlah siswa yang sekilas memberi kesan mereka mendukung penghentian program MBG. Namun, Eman menegaskan video yang beredar merupakan potongan rekaman sehingga konteks percakapan tidak terlihat secara utuh.
Melalui rekaman lengkap yang dibagikan di media sosialnya, Eman menunjukkan bahwa para siswa justru menyatakan tidak setuju jika program MBG dihentikan.
Baca Juga:Pesta Siaga SDN Bima Cirebon Tumbuhkan Keberanian, Kreativitas, dan Kekompakan Sejak Usia DiniUMC Hadirkan Living Laboratory Learning di Desa Cikondang, Mahasiswa Belajar dari Masyarakat
“Saya sangat menyayangkan beredarnya potongan video yang berpotensi menimbulkan persepsi keliru di masyarakat. Video saya yang viral dibagikan tidak utuh dan bahkan diedit sehingga menyesatkan. Faktanya tidak seperti itu,” tegas Eman.
Menurut Eman, para siswa mendukung keberlanjutan MBG karena merasakan manfaat program tersebut. Ia pun menegaskan dukungannya terhadap program pemerintah Presiden Prabowo Subianto itu.
Eman menilai MBG merupakan program yang baik untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak. Namun, dukungan terhadap program tersebut harus diiringi pengawasan terhadap pelaksanaannya.
Ia meminta kualitas makanan dan pemenuhan kebutuhan gizi siswa menjadi prioritas. Menurutnya, upaya menekan biaya untuk mengejar keuntungan tidak boleh mengurangi kualitas makanan yang diterima peserta didik.
“Jangan sampai karena ingin mencari keuntungan, kemudian kualitas makanannya dikurangi. Yang harus diutamakan itu anak-anak mendapatkan makanan bergizi,” ujarnya.
Eman menegaskan, kritik yang disampaikannya saat sidak bukan bertujuan menghentikan MBG. Ia justru ingin memastikan program tersebut berjalan sesuai tujuan dan manfaatnya benar-benar diterima siswa.
“Jadi bukan MBG-nya yang saya persoalkan. Saya sangat mendukung. Yang saya inginkan adalah program ini dilaksanakan dengan baik, jangan ada yang mengambil keuntungan berlebihan dari program Presiden,” katanya.
Baca Juga:PSTI Kabupaten Indramayu Targetkan Tiga Emas PorprovPetugas Gabungan Perlu Waktu 3 Jam Untuk Padamkan Kebakaran Kebun di Kroya
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan dari potongan video yang beredar di media sosial. Menurut Eman, persoalan utama terletak pada pelaksanaan program agar berjalan transparan, tepat sasaran, serta tetap menjaga kualitas makanan.
“Tentu anak-anak setuju. Yang saya pertanyakan adalah pelaksanaannya, jangan sampai niat baik pemerintah ini tidak sampai kepada anak-anak dengan baik,” pungkasnya. (ono)
