Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni mengatakan peningkatan kunjungan pasien anak terpantau baik di rumah sakit maupun puskesmas. “Memang dalam beberapa pekan terakhir kami melihat adanya peningkatan kunjungan pasien anak dengan keluhan infeksi, terutama demam, batuk, pilek, dan beberapa kasus lainnya,” ujar Eni kepada Radar Cirebon, Kamis (17/9/2026).
Informasi dari sejumlah rumah sakit diperoleh Dinkes melalui grup komunikasi antara Dinkes dan rumah sakit se Kabupaten Cirebon. Dari laporan tersebut, terdapat kenaikan kunjungan kasus anak, baik pasien rawat jalan maupun rawat inap. “Teman-teman di rumah sakit menyampaikan ada kenaikan kunjungan kasus anak, baik rawat jalan maupun rawat inap. Kasus paling banyak adalah ISPA,” katanya.
Tren serupa terlihat dari data sampel sejumlah puskesmas. Rata-rata kunjungan pasien anak per hari pada Juli tercatat sekitar 35 anak. Angka itu meningkat menjadi 37 anak per hari pada Agustus. Kenaikan lebih terlihat pada September. Rata-rata kunjungan pasien anak mencapai 54 anak per hari. Kasus yang paling banyak ditemukan juga ISPA.
Baca Juga:Jaga Sawah Jabar-Banten Tetap Produktif, Kementan Bangun 999 Jaringan Irigasi TersierNikmati Pensiun, Purbaya: Saatnya Mancing
Eni menegaskan, data tersebut merupakan hasil pemantauan dari beberapa puskesmas sebagai sampel. Dinkes masih terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap. “Kondisi ini jadi perhatian kami dan kami meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit infeksi pada anak. Peningkatan mulai lebih terlihat dalam beberapa pekan terakhir,” jelasnya.
Kasus ditemukan pada beberapa kelompok usia anak, terutama mereka yang masih rentan terhadap infeksi. Sebagian besar kasus dengan kondisi ringan masih dapat ditangani secara rawat jalan. Namun, anak dengan kondisi lebih berat membutuhkan penanganan lebih intensif. Di antaranya anak yang mengalami sesak, dehidrasi, demam menetap, atau membutuhkan pemantauan lebih lanjut. “Keputusan rawat inap kami sesuaikan dengan kondisi klinis masing-masing pasien,” terang Eni.
Dia mengingatkan orang tua untuk mewaspadai kemungkinan komplikasi. Infeksi seperti influenza dapat berkembang menjadi infeksi saluran pernapasan yang lebih berat. Karena itu, orang tua tidak cukup hanya melihat kondisi demam anak. Kondisi umum dan pola napas juga perlu diperhatikan. “Hal yang perlu diperhatikan, kemungkinan terjadinya komplikasi. Influenza juga dapat berkembang menjadi infeksi saluran pernapasan yang lebih berat,” katanya.
