Pengawasan Daycare di Cirebon Ditingkatkan Untuk Mencegah Terjadinya Kasus Kekerasan Anak

Daycare Aman; Antara Kebutuhan, Kepercayaan
MONEV DAYCARE: Kabid Perlindungan Anak DP3APPKB Kota Cirebon Iin Hartini mengaku prihatin atas kejadian kekerasan terhadap balita di daycare di Yogyakarta. Ia mengatakan monitoring dan evaluasi tak hanya pada sisi kenyamanan anak, tapi juga menyentuh aspek manajerial dan infrastruktur. Foto: Abdullah/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID — Menyusul kasus kekerasan anak di daycare Yogyakarta, perhatian terhadap keberadaan tempat penitipan anak di daerah lain ikut meningkat, termasuk di Kota Cirebon.

Kepala Bidang Perlindungan Anak, Iin Hartini, menjelaskan bahwa saat ini terdapat enam daycare yang terdata di Kota Cirebon.

Lima di antaranya menggunakan konsep TAMASYA atau Taman Asuh Sayang Anak, sementara satu lainnya berada di bawah pembinaan Dharma Wanita Persatuan Kota Cirebon.

Baca Juga:Arsenal Merana! Jelang Lawan Atletico Madrid, Pemain Penting Cedera ParahMenjelang May Day, Buruh Majalengka ke Jakarta

Dari sisi legalitas, keberadaan daycare tersebut diakui belum sepenuhnya memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Meski begitu, pihaknya terus berupaya mendorong agar seluruh daycare bisa memenuhi standar dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, terutama terkait konsep daycare ramah anak.

Kasus yang terjadi di Yogyakarta menjadi perhatian serius karena melibatkan banyak anak usia balita.

Dari sudut pandang perlindungan anak, kejadian tersebut dinilai tidak manusiawi, mengingat anak-anak di bawah usia lima tahun seharusnya mendapatkan lingkungan yang aman dan nyaman.

Daycare seharusnya menjadi tempat yang mendukung tumbuh kembang anak, bukan justru menimbulkan trauma.

Salah satu aspek penting dalam daycare ramah anak adalah keberadaan tenaga profesional, termasuk psikolog.

Namun, untuk di Kota Cirebon, hal ini masih menjadi tantangan yang perlu ditingkatkan.

Baca Juga:Kemen PPPA: 44 Persen Daycare Belum BerizinPKU Akbar 2026: PNM Bekali 250 Pengusaha Ultra Mikro di Cirebon dengan Literasi Keuangan dan Kearifan Lokal

Ketersediaan tenaga pendukung seperti psikolog dinilai penting untuk memastikan kondisi mental dan emosional anak tetap terjaga.

Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap daycare di Kota Cirebon terus meningkat.

Hal ini dipengaruhi oleh semakin banyaknya orang tua, terutama ibu, yang bekerja.

Daycare menjadi pilihan karena dianggap lebih aman dibandingkan meninggalkan anak di rumah tanpa pengawasan.

Meski begitu, orang tua diingatkan untuk tidak sepenuhnya menyerahkan pengawasan kepada pihak daycare.

Peran orang tua tetap penting, terutama dalam memantau perubahan perilaku atau kondisi anak setelah pulang dari tempat penitipan.

Pengawasan dari keluarga menjadi bagian penting dalam memastikan anak tetap dalam kondisi baik.

Terkait pengawasan dari pemerintah, kegiatan monitoring dan evaluasi sebenarnya sudah rutin dilakukan setiap tahun.

Kegiatan ini tidak hanya menyasar daycare, tetapi juga berbagai fasilitas ramah anak lainnya seperti puskesmas, fasilitas kesehatan, sekolah, hingga tempat ibadah.

0 Komentar