SMAN 2 Cirebon Ditunjuk Jadi Sekolah Maung, Seleksi Siswa Dipercepat, Standar Cambridge Diberlakukan

SMAN 2 Cirebon Ditunjuk Jadi Sekolah Maung
SEKOLAH MAUNG: SMAN 2 Cirebon ditetapkan sebagai Sekolah Maung atau Manusia Unggul. Kanan, Wakasek Bidang Kesiswaan Deddy Setiawan SPd mengatakan status Sekolah Maung bukan sekadar pelabelan prestisius, tapi menuntut restrukturisasi total manajemen pengelolaan siswa dan kurikulum. Foto: Ade Gustiana/Radar Cirebon
0 Komentar

Pintu masuk Sekolah Maung dipersempit melalui tiga jalur seleksi ketat tanpa zonasi wilayah. Porsi terbesar dialokasikan untuk Jalur Prestasi Nilai Rapor dengan bobot 70 persen. Standar minimal nilai rapor dipatok pada angka akumulatif 85. Angka tersebut belum menjamin kelolosan mutlak.

​Sistem algoritma seleksi provinsi akan menggabungkan nilai rapor dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Bobot penilaian dihitung proporsional. Rapor SMP menyumbang 40 persen, sedangkan hasil TKA kelas 3 SMP mendominasi dengan porsi 60 persen. Integrasi dua variabel nilai ini mendepak metode seleksi jarak rumah.

Jalur kedua adalah Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa (CIBI) dengan kuota 10 persen. Kriteria pelamar jalur ini berada pada level psikologis tinggi. Calon siswa wajib memiliki Intelligence Quotient (IQ) minimal 130. Standar kecerdasan harus dibuktikan melalui sertifikasi legal.

Baca Juga:Polisi Menelusuri Aman Yani, Satu Nama yang di Sebut dalam Kasus Pembunuhan di PaomanJaksa Belum Pastikan Panggil Ulang Dani Mardani, Kasi Intel: Silakan Monitor saat Sidang

Pihak sekolah menggarisbawahi keabsahan dokumen kejiwaan ini. Pengujian kecerdasan di luar lembaga resmi ditolak mentah-mentah oleh sistem penyaringan data elektronik. “Lembaga tersebut harus memiliki nomor anggota atau legalitas resmi. Jadi bukan lembaga yang asal-asalan,” tegas Deddy.

Biaya dan proses pengujian IQ dibebankan secara mandiri kepada pihak orang tua calon siswa sebelum masa pendaftaran dibuka.

Sementara itu, Sisa kuota sebesar 20 persen diserahkan untuk Jalur Prestasi Non-Akademik. Jalur ini menyasar calon peserta didik yang memiliki rekam jejak kepemimpinan, kepanduan pramuka, serta prestasi bidang olahraga level kompetisi formal. Akumulasi tiga jalur tersebut menggenapi komposisi 100 persen daya tampung baru SMAN 2 Cirebon.​Penyaringan ketat ini mengunci sistem pilihan tunggal. Peserta didik hanya diizinkan memilih SMAN 2 Cirebon tanpa opsi sekolah negeri cadangan. Tidak ada seleksi gelombang kedua. Skema ketat ini memaksa calon siswa mengukur kemampuan diri secara akurat sebelum mendaftar.

Antisipasi kegagalan pendaftar diantisipasi melalui skema kemitraan swasta. Provinsi menunjuk SMA Telkom Sekar Kemuning Cirebon sebagai Sekolah Swasta Kerjasama (SSK) pendamping. Institusi swasta ini mengadopsi standarisasi mutu dan kurikulum serupa dengan SMAN 2 Cirebon. Siswa yang tereliminasi di SMAN 2 Cirebon dialihkan langsung ke SSK pendamping untuk menjamin pemerataan mutu pendidikan unggul.

​Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut memberikan jaring pengaman bagi pendaftar yang gugur. Kegagalan pada fase SPMB Maung tidak mematikan hak akses pendidikan negeri. Seluruh peserta yang tidak lolos seleksi awal tetap diperbolehkan mendaftarkan diri pada jalur PPDB reguler di sekolah lain sesuai jadwal umum.

0 Komentar