Diferensiasi Sekolah Maung terletak pada lompatan kurikulum. SMAN 2 Cirebon mengawinkan Kurikulum Nasional (Kurikulum Merdeka) dengan Kurikulum Cambridge. Konsekuensinya, lulusan sekolah ini akan menerima dua lembar dokumen hasil belajar resmi (rapor nasional dan rapor internasional Cambridge). Target utama skema ini adalah mempermudah penetrasi lulusan menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) klaster utama serta universitas luar negeri.
Aparatur pengajar menghadapi standardisasi ulang. Metode komunikasi instruksional wajib menggunakan dua bahasa (bilingual) dalam penyampaian materi sains dan matematika. Kemampuan pedagogis guru reguler ditingkatkan paksa guna menyamai ritme pembelajaran adaptif yang diinstruksikan oleh dinas provinsi.
Deddy menambahkan, fase jangka panjang Sekolah Maung mengarah pada penerapan sistem berasrama (boarding school). Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menggodok kesiapan infrastruktur hunian siswa di lingkungan kampus. Pola pendidikan asrama diproyeksikan untuk mengontrol penuh kedisiplinan dan pengayaan akademik di luar jam sekolah formal.
Baca Juga:Polisi Menelusuri Aman Yani, Satu Nama yang di Sebut dalam Kasus Pembunuhan di PaomanJaksa Belum Pastikan Panggil Ulang Dani Mardani, Kasi Intel: Silakan Monitor saat Sidang
Spesialisasi jurusan klasik seperti Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) resmi dihapus. SMAN 2 Cirebon menerapkan sistem menu mata pelajaran. Siswa dibebaskan menyusun paket mata pelajaran pilihan yang berkorelasi langsung dengan rencana program studi di perguruan tinggi. “Paket menu dirancang khusus berbasis minat dan bakat individu sejak tahun pertama masuk sekolah,” jelas Deddy.
Akses pendaftaran bersifat lintas wilayah administratif kota dan kabupaten. Batasan kuota zonasi jarak geografis diganti dengan batasan administratif wilayah provinsi. Seluruh lulusan SMP di dalam teritorial Jawa Barat memiliki hak setara untuk mendaftar. Sebaliknya, lulusan SMP dari luar provinsi Jawa Barat dilarang mengikuti seleksi meskipun berstatus warga domisili Jawa Barat.
Deddy bilang, sosialisasi masif dijadwalkan mengundang seluruh Kepala Sekolah SMP se-Kota Cirebon pada Rabu besok. Langkah ini diambil untuk menyamakan persepsi juknis pendaftaran agar tidak terjadi disinformasi di tingkat sekolah asal. “Dinas Pendidikan Jawa Barat akan menerjunkan langsung tim narasumber teknis bersama pengawas pembina ke lokasi sosialisasi di SMAN 2 Cirebon,” ucapnya.
Perubahan status ini menaikkan standar kompetensi pendidikan di wilayah hinterland Cirebon. Rekam jejak SMAN 2 Cirebon sebagai institusi papan atas di tingkat kota dan provinsi kini diuji melalui implementasi riil program Sekolah Maung. Kemampuan adaptasi guru dan kesiapan infrastruktur pendukung menjadi kunci keberhasilan pemenuhan target cetak manusia unggul Jawa Barat. (*)
