Masih Tentang Sekolah Maung yang Dimulai Tahun Ini, Tanpa Batasan Zonasi, Seleksi Kompetensi 100%

Masih Tentang Sekolah Maung yang Dimulai Tahun Ini
SEKOLAH MAUNG: Pengawas Sekolah KCD Pendidikan Wilayah X Jawa Barat, Taruna, saat ditemui di kantornya, Senin (18/5/2026). Kanan,staf kesiswaan SMAN 1 Palimanan menunjukan materi sosialisasi SPMB 2026, Selasa (19/5/2026). SMAN 1 Palimanan ditetapkan sebagai salah satu Sekolah Maung oleh Pemprov Jabar. Foto: Ade Gustiana-Khoirul Anwarudin/Radar Cirebon
0 Komentar

Wilayah pendaftaran dibuka secara luas mencakup seluruh teritorial Jawa Barat, sehingga lulusan dari luar Cirebon memiliki hak akses yang setara untuk berkompetisi memperebutkan kursi di sekolah manusia unggul ini.

Terpisah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Palimanan, Nanda Yudana mengatakan pihaknya merasa bangga karena sekolah yang dikenal dengan sebutan SMA Nepal itu menjadi satu-satunya SMA di Kabupaten Cirebon yang mendapat predikat Sekolah Maung. “Kami tentu bangga dan bersyukur karena SMAN 1 Palimanan dipercaya menjadi Sekolah Maung. Apalagi menjadi satu-satunya di wilayah Kabupaten Cirebon,” ujar Nanda.

Meski demikian, pihak sekolah mengaku sempat tidak menyangka SMAN 1 Palimanan dipilih dalam program sekolah unggulan tersebut. Menurutnya, selama ini SMAN 1 Palimanan memang dikenal sebagai salah satu sekolah favorit di wilayah Cirebon. Hal itu terlihat dari tingginya minat masyarakat, khususnya pada jalur prestasi yang setiap tahun jumlah pendaftarnya jauh melebihi kuota yang tersedia.

Baca Juga:SMAN 2 Cirebon Ditunjuk Jadi Sekolah Maung, Seleksi Siswa Dipercepat, Standar Cambridge DiberlakukanJejak Duit Gedung Setda Diungkap, Hari Ini BPK Ikut Sidang, Furqon: Kami Dorong JPU Dalami Keterangan Agung

Selain itu, berbagai prestasi juga berhasil diraih siswa SMAN 1 Palimanan, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Jumlah siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi juga disebut menjadi salah satu yang terbanyak di wilayah Cirebon. “Prestasi siswa kami cukup banyak, baik akademik maupun nonakademik. Untuk penerimaan siswa ke perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi juga cukup tinggi,” katanya.

Nanda menjelaskan, terdapat sejumlah perbedaan antara Sekolah Maung dengan sekolah reguler lainnya, terutama dalam mekanisme SPMB. Dimana, jalur penerimaan Sekolah Maung seluruhnya berbasis prestasi tanpa menggunakan sistem zonasi. Adapun komposisinya terdiri dari potensi akademik sebesar 10 persen melalui Tes Potensi Akademik (TPA), kompetensi akademik 70 persen, serta kompetensi nonakademik 20 persen.

Untuk kompetensi akademik, penilaian meliputi prestasi nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebesar 50 persen, serta prestasi minat dan bakat bidang akademik sebesar 20 persen. Sementara jalur nonakademik mencakup prestasi seni, olahraga, keagamaan hingga kepemimpinan.

Nanda juga menjelaskan, berdasarkan jadwal sosialisasi yang diterima sekolah, pendaftaran Sekolah Maung akan dibuka pada 25, 26, 28, dan 29 Mei 2026. Lalu, tahapan verifikasi berlangsung hingga 2 Juni, uji kompetensi pada 3 Juni, rapat dewan guru dan kepala sekolah 4 Juni, serta pengumuman hasil seleksi pada 8 Juni 2026. “Jadwalnya memang sudah mulai disosialisasikan. Namun untuk teknis detailnya kami masih menunggu juknis final dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat,” katanya.

0 Komentar