HIMSPI UINSSC Cirebon Gelar Seminar Internasional, Perkuat Hubungan Akademik Internasional

HIMSPI UINSSC menggelar seminar internasional sebagai bagian dari kegiatan tahunan bertajuk History Fair, yang
HIMSPI UINSSC menggelar seminar internasional sebagai bagian dari kegiatan tahunan bertajuk History Fair, yang berlangsung di Gedung Siber lantai 8 UINSSC, Kamis (21/5).  --FOTO: HIMSPI FOR RADAR CIREBON--
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Himpunan Mahasiswa Sejarah Peradaban Islam (HIMSPI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) menggelar kegiatan tahunan bertajuk History Fair sebagai rangkaian Dies Natalis ke-23 Jurusan Sejarah Peradaban Islam.

Mengusung tema “Beyond Heritage: Transformasi Peradaban Islam dalam Lanskap Global Kontemporer”, kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan kajian terhadap dinamika peradaban Islam di tengah perkembangan dunia modern.

History Fair dirancang sebagai ruang kolaboratif yang mengintegrasikan nilai historis dengan inovasi modern.

Baca Juga:History Fair HIMSPI UINSSC Usung Tema “Beyond Heritage”, Soroti Transformasi Peradaban Islam di Era GlobalAda Larangan Nobar El Clasico Persija vs Persib, Pentolan Bobotoh Kecewa

Selain menghadirkan seminar nasional dan internasional, kegiatan ini juga diramaikan berbagai perlombaan akademik dan nonakademik yang melibatkan mahasiswa, akademisi, hingga masyarakat umum.

Kegiatan seminar internasional berlangsung di Gedung ICC dan Gedung Siber lantai 8 UINSSC, Kamis (21/5).

Diawali dengan pembukaan resmi, sambutan, serta prosesi simbolis pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan 23 tahun Jurusan Sejarah Peradaban Islam.

Seminar internasional yang digelar di Auditorium FITK lantai 5 UINSSCC menghadirkan sejumlah narasumber dari dalam dan luar negeri yang membahas hubungan sejarah, budaya, dan peradaban maritim antara Cirebon dan Melaka.

Narasumber pertama, Dr Zubaedah Hasan dari Fakultas Sains Sosial Universiti Islam Melaka, membawakan tema “Dari Dermaga ke Nadi Masyarakat: Dinamika Akulturasi”.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan peran Melaka sebagai pusat perdagangan maritim yang menghubungkan Timur dan Barat sejak abad ke-15.

Posisi strategis di Selat Melaka menjadikan wilayah tersebut tempat bertemunya pedagang Arab, China, India, Jawa, hingga Eropa.

Baca Juga:Thirty Six Band, Band Pelajar Cirebon yang Tembus Kompetisi NasionalMenteri ATR/BPN RI Nusron Wahid Serahkan Sertifikat Wakaf Gedung PCNU Indramayu

Interaksi lintas budaya tersebut melahirkan berbagai bentuk akulturasi, seperti komunitas Baba Nyonya, Chetti, dan Kristang.

Selain itu, bahasa Melayu berkembang menjadi lingua franca Nusantara. Pelabuhan Melaka juga dinilai berperan penting dalam penyebaran Islam, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi pelayaran, hingga terbentuknya masyarakat multikultural yang harmonis.

Sementara itu, dosen Jurusan Sejarah Peradaban Islam UINSSC, Dr Zaenal Masduqi MAg MA memaparkan materi bertema “Karang Song dan Gebang dalam Miniatur Pelabuhan Cirebon Masa Lalu”.

Ia menjelaskan bahwa Karang Song dan Gebang menjadi bukti penting kejayaan pelabuhan Cirebon sebagai bagian dari jalur perdagangan maritim Nusantara.

0 Komentar