Tagih Janji soal Sampah, Kembali Meluber di TPS, Warga PCL Protes Pemda hingga DPRD

penanganan sampah
PROTES LAGI: Warga perumahan Puri Cirebon Lestari kembali melakukan aksi protes terhadap pemerintah daerah yang hanya mengumbar janji terkait penanganan sampah, kemarin. FOTO : WARGA FOR RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID -Penanganan sampah di TPS Desa Kecomberan Jl Soekarno-Warung Asem belum menyentuh akar masalah. Pasalnya, TPS di dekat perumahan Puri Cirebon Lestari (PCL) kembali menumpuk.

Harapan warga sekitar terbebas dari persoalan sampah tampaknya belum terwujud. Padahal, baru sepekan dilakukan pengerukan besar-besaran oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon.

Salah seorang warga Perumahan Puri Cirebon Lestari, Jaenudin menilai, langkah yang dilakukan pemerintah belum memberikan solusi jangka panjang.

Baca Juga:Komisi I DPRD Dukung Infrastruktur Teknologi dan Publikasi DKIS Penyuluhan Hukum FH UGJ bagi Kelompok Difabel

Menurutnya, pengangkutan sampah yang dilakukan hanya mengurangi volume sampah untuk sementara tanpa menyelesaikan persoalan utama yang menyebabkan TPS terus mengalami kelebihan kapasitas.

“Setelah dibersihkan, tidak lama kemudian sampah menumpuk lagi. Artinya masalahnya bukan hanya mengangkut sampah yang sudah ada, tetapi bagaimana pengelolaannya agar tidak terus menumpuk,” ujar Jaenudin, kemarin.

Ia mengungkapkan, sampah yang masuk ke TPS Kecomberan tidak hanya berasal dari kawasan Perumahan Puri Cirebon Lestari.

TPS tersebut juga menerima kiriman sampah dari berbagai wilayah di sekitarnya, sehingga volume sampah yang masuk setiap hari jauh lebih besar dibanding kapasitas yang tersedia.

“Selain persoalan bau menyengat dan banyaknya lalat, warga juga mengeluhkan praktik pembakaran sampah. Sementara asap yang dihasilkan membuat kualitas udara di lingkungan tidak sehat,” ungkapnya.

Warga lainnya juga memberikan kritik serupa. “Kami menilai pemerintah daerah gagal merealisasikan komitmen yang sebelumnya disampaikan kepada masyarakat,” tegas Hantoro.

Ia menilai, pemerintah daerah terkesan lamban. Tidak serius menyelesaikan persoalan yang setiap hari dirasakan masyarakat.

Baca Juga:Terjerat Pinjol dan Judol, 7 ASN Terancam Terkena Sanksi Penghentian GajiPeminat Mobil Listrik Meningkat, Geely Segera Hadir di Cirebon

Padahal, berbagai keluhan sudah berulang kali disampaikan melalui media maupun audiensi.

“Katanya bupati akan mengeluarkan surat edaran agar rumah makan di wilayah Beber tidak membuang sampah ke TPS PCL,” katanya.

“Sampai sekarang tidak ada hasilnya. Sampah tetap menumpuk bahkan sekarang malah sampai meluber ke jalan,” tututnya.

Menurutnya, persoalan semakin parah karena pengangkutan sampah tidak dilakukan setiap hari. Sementara volume sampah yang masuk terus bertambah tanpa kendali.

“Pengangkutan tidak setiap hari. Sampah dari rumah makan terus berdatangan. Bisa satu mobil penuh per hari. Akhirnya TPS selalu penuh dan tidak pernah tuntas,” katanya.

0 Komentar