RADARCIREBON.ID -Sebuah rumah tua di Blok Jero RT 03 RW 08 Desa Trusmi Wetan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, ludes terbakar, Senin (22/6) siang.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp250 juta.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Sarana Prasarana, dan Penyelamatan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon, Eno Sudjana mengatakan, laporan kebakaran diterima petugas Damkar Sektor Weru sekitar pukul 12.37 WIB.
Baca Juga:Hiburan dan Promo Meriahkan Hajatan FIFGROUP Maidea Hariyanindita, Lulusan Terbaik Pesantren Al Hikmah
Petugas langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 12.48 WIB. Saat itu, api sudah membesar dan membakar sebagian besar bangunan rumah yang didominasi material kayu.
“Petugas segera melakukan pemadaman dan pendinginan. Karena kobaran api cukup besar, kami meminta bantuan tambahan dari Sektor Sumber, Palimanan, dan Gunungjati,” ujar Eno.
Berdasarkan keterangan saksi, Edi Sunardi selaku Mandor Desa Trusmi Wetan, api pertama kali terlihat dari bagian belakang rumah ketika pemilik rumah, Bunadi, sedang tertidur di bagian depan bangunan.
Dari hasil pendataan sementara, kebakaran diduga dipicu instalasi listrik yang tidak standar dan menempel pada struktur kayu rumah yang sudah lapuk. Kondisi tersebut menyebabkan api cepat merambat ke seluruh bangunan.
Selain menghanguskan rumah utama, api juga sempat merembet ke area sekitar dan menyebabkan kerusakan pada bagian jendela serta gudang belakang Batik Nova.
Sejumlah barang di dalam rumah turut hangus terbakar, di antaranya tiga kasur, satu sepeda, dua kipas angin, satu penanak nasi, tiga lemari pakaian, kompor, serta berbagai perabot rumah tangga lainnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Dua penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri.
Baca Juga:Kepemilikan SLO dan Pertek Masih RendahDPRD Cirebon Desak Pemkab Segera Terbitkan Perbup Pajak Mamin
Petugas menyelesaikan proses pemadaman dan pendinginan sekitar pukul 14.00 WIB setelah memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. (awr)
