Keterikatan lokal tersebut menjadi modal penting karena mahasiswa memahami karakteristik wilayahnya. Selain itu, STMIK IKMI memiliki keunggulan di bidang teknologi informasi seperti Teknik Informatika, Sistem Informasi, dan Rekayasa Perangkat Lunak yang dapat mendukung digitalisasi desa serta penguatan UMKM.
“Tantangan terbesar adalah bagaimana memastikan hasil penelitian tidak berhenti di publikasi ilmiah, tetapi dapat dihilirisasi menjadi produk nyata yang menjawab kebutuhan pembangunan daerah,” ujar Dian.
FGD tersebut menghasilkan sejumlah langkah tindak lanjut dari Bapperida Kabupaten Cirebon, di antaranya penyusunan roadmap riset per sektor, pengembangan proyek percontohan kolaboratif, pembentukan Rumah Rinov (Riset dan Inovasi Daerah), pelaksanaan workshop berkala, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan.
Baca Juga:Dari Acara Peringatan Hari Jadi ke-47 RSUD ArjawinangunRumah Tua Terbakar, Kerugian Rp250 Juta
Melalui konsep kolaborasi multipihak (pentahelix), sinergi antara STMIK IKMI Cirebon dan Pemerintah Kabupaten Cirebon diharapkan mampu melahirkan inovasi daerah yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta daya saing daerah. (ade/opl)
