RADARCIREBON.ID – Sore itu, kursi-kursi di The Djawara Barbershop tampak lebih lengang dari biasanya. Mesin cukur yang biasa berdengung nyaring sesekali berhenti, bukan karena istirahat, tetapi karena listrik yang padam tak menentu dalam beberapa hari terakhir.
Di balik cermin besar yang memantulkan wajah pelanggan, pemilik barbershop, Kholid Mawardi, hanya bisa mengatur napas panjang sambil menata peralatan kerja. Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Cirebon dalam sepekan terakhir perlahan menggerus ritme usahanya.
“Sebagai pelaku usaha jasa potong rambut, kami sangat terdampak. Bukan hanya operasional, tapi juga omzet yang turun cukup terasa,” ujar Kholid.
Baca Juga:Dari Acara Peringatan Hari Jadi ke-47 RSUD ArjawinangunRumah Tua Terbakar, Kerugian Rp250 Juta
Bagi usaha pangkas rambut seperti miliknya, listrik bukan sekadar fasilitas. Ia menjadi denyut utama operasional, menghidupkan lampu, menyalakan pendingin ruangan, hingga mengisi ulang mesin cukur yang dipakai setiap hari.
“Mesin cukur memang pakai baterai, tapi tetap harus diisi ulang. Kalau listrik sering padam, itu jadi kendala besar,” katanya.
Ketika listrik padam, suasana barbershop ikut berubah. Ruangan yang biasanya sejuk mendadak terasa gerah. Beberapa pelanggan memilih menunggu, sebagian lainnya memutuskan pulang lebih dulu.
“Kalau listrik mati, ruangan jadi panas. Pelanggan jadi kurang nyaman, akhirnya memilih menunda potong rambut,” tutur Kholid.
Pemadaman yang bisa berlangsung hingga tiga jam, bahkan menjelang malam, membuat jumlah pelanggan ikut menurun. Waktu-waktu ramai yang biasanya menjadi harapan pelaku usaha jasa pun tak lagi dapat diprediksi.
“Pernah sampai sekitar pukul 18.30 WIB listrik belum menyala. Dampaknya langsung terasa ke omzet,” ujarnya.
Di tengah kondisi itu, Kholid tetap berharap keadaan segera membaik. Ia memiliki tiga gerai barbershop di Cirebon yang semuanya bergantung pada kestabilan listrik untuk menjalankan layanan.
Baca Juga:Menjaga Nyala Kemanusiaan dari Cirebon untuk DuniaHindari Antrean, SMPN 1 Sumber Layanani Pendaftar SPMB lewat WhatsApp
Ia berharap pasokan listrik kembali normal agar aktivitas usaha masyarakat, khususnya sektor jasa, bisa kembali berjalan tanpa gangguan.
Di kursi barbershop yang kembali sepi itu, Kholid masih menunggu satu hal sederhana: listrik menyala kembali, dan mesin cukur kembali berdengung seperti biasa. (*)
