RADARCIREBON.ID – Antusiasme masyarakat terhadap program Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Cirebon cukup tinggi.
Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cirebon mencatat, sebanyak 570 anak dari keluarga miskin ekstrem berminat mengikuti program pendidikan tersebut.
Namun, keterbatasan kuota membuat tidak semua calon peserta didik dapat diterima pada tahun ajaran pertama.
Baca Juga:Dari Acara Peringatan Hari Jadi ke-47 RSUD ArjawinangunRumah Tua Terbakar, Kerugian Rp250 Juta
Dari total calon peserta didik yang memenuhi persyaratan, hanya 270 siswa yang akan ditetapkan sebagai peserta Sekolah Rakyat angkatan pertama di Kabupaten Cirebon.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cirebon, Hafidz Iswahyudi mengatakan, proses penjangkauan dan verifikasi calon siswa saat ini masih memasuki tahap finalisasi.
Sementara itu, persiapan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar juga terus dilakukan. “Pelaksanaan Sekolah Rakyat direncanakan dimulai pada 14 Juli atau 20 Juli 2026. Saat ini kami masih menyelesaikan finalisasi calon siswa,” ujar Hafidz.
Dijelaskannya, kuota yang diberikan untuk Kabupaten Cirebon sebanyak 270 siswa yang dibagi merata untuk tiga jenjang pendidikan.
Masing-masing terdiri dari 90 siswa untuk Sekolah Rakyat Dasar (SRD), 90 siswa untuk Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), dan 90 siswa untuk Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA).
Dengan jumlah kuota tersebut, sekitar 300 anak yang telah terdata belum dapat diterima pada tahun ini.
Mereka akan dimasukkan ke dalam daftar tunggu dan diprioritaskan pada pelaksanaan program berikutnya.
Baca Juga:Menjaga Nyala Kemanusiaan dari Cirebon untuk DuniaHindari Antrean, SMPN 1 Sumber Layanani Pendaftar SPMB lewat WhatsApp
“Karena kuotanya hanya 270 siswa, sekitar 300 anak lainnya masuk daftar tunggu untuk tahun depan,” katanya.
Menurut Hafidz, tingginya jumlah peminat menunjukkan program Sekolah Rakyat mendapat respons positif dari masyarakat.
Program ini diharapkan menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem untuk memperoleh akses pendidikan yang lebih baik.
Dinas Sosial berharap, kapasitas Sekolah Rakyat di Kabupaten Cirebon dapat terus ditambah pada tahun-tahun mendatang sehingga semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu yang memperoleh kesempatan belajar melalui program tersebut. (den)
