Manap menambahkan, kondisi tersebut berpotensi membuat tujuan awal koperasi bergeser. Koperasi seharusnya menjadi alat untuk meningkatkan kesejahteraan anggota melalui kegiatan ekonomi bersama, bukan sekadar menghadirkan bangunan baru.
Karena itu, perhatian terhadap keberlangsungan usaha menjadi faktor penting setelah koperasi resmi berdiri. Mulai dari pengelolaan simpan pinjam, pengembangan usaha anggota, hingga penciptaan aktivitas ekonomi yang terus bergerak. “Mudah-mudahan inti koperasi dari anggota untuk anggota bisa terwujud sesuai yang diprogramkan. Tinggal kita lihat kenyataannya nanti,” pungkasnya. (ade/abd)
