Terpisah, Camat Kesambi Eko Budiyanto membenarkan gerai koperasi yang berada di tepi Jalan Kesambi Raya itu merupakan KKMP Kelurahan Kesambi. Menurutnya, kondisi bangunan yang terlihat tertutup saat dipantau pada Minggu (28/6/2026) belum tentu menandakan koperasi tidak beroperasi.
Ia menduga aktivitas usaha sedang libur atau tutup sementara karena akhir pekan. “Iya benar punya Kelurahan Kesambi. Mungkin sedang tutup saja. Biasanya masih ada yang jaga,” katanya kepada Radar Cirebon.
Eko menyarankan pemantauan kembali dilakukan pada hari kerja untuk memastikan aktivitas koperasi berlangsung normal. “Besok Senin (hari ini, red) coba datang langsung ke sana,” ujarnya.
Baca Juga:Naskah Kuno Koleksi Museum Pangeran Cakrabuana, Pola Persajakan Kakawin Pada Masa Jawa Kuno dan PertengahanBank Mandiri Taspen dan PNM Gelar Pelatihan Vokasi
Keberadaan KKMP Kesambi menjadi salah satu gambaran tantangan implementasi program Koperasi Merah Putih di kawasan perkotaan. Berbeda dengan wilayah desa yang umumnya masih memiliki cadangan lahan cukup luas, kelurahan di Kota Cirebon harus berhadapan dengan keterbatasan ruang dan tingginya harga tanah.
Persoalan tersebut, kata Eko, masih menjadi tantangan hingga saat ini. Bahkan pencarian lahan untuk pengembangan koperasi di Kecamatan Kesambi belum sepenuhnya terselesaikan. “Saya juga belum memantau perkembangan koperasi merah putih di Kecamatan Kesambi, karena memang mencari lahan sampai hari ini belum dapat,” tuturnya.
Kondisi itu sejalan dengan situasi yang dihadapi sejumlah kelurahan di Kota Cirebon. Keterbatasan lahan membuat pembangunan gedung koperasi sesuai konsep awal tidak mudah direalisasikan.
Akibatnya, sebagian koperasi memanfaatkan aset atau bangunan yang sudah tersedia. Ada pula yang menggunakan ruang terbatas di lingkungan kelurahan maupun lahan sisa yang masih memungkinkan untuk dimanfaatkan.
KKMP sendiri merupakan bagian dari program nasional pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang digagas pemerintah pusat. Program ini menargetkan setiap desa dan kelurahan memiliki koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Di Kota Cirebon, pembentukan koperasi merah putih menghadapi tantangan tersendiri. Keterbatasan lahan menjadi kendala utama. Informasi yang dihimpun Radar Cirebon menyebutkan hanya sekitar tiga koperasi yang memiliki bangunan relatif luas dan mendekati standar yang diharapkan. Selebihnya memanfaatkan lahan dan bangunan yang tersedia di masing-masing wilayah.
