KKMP Kesambi: Bekas Perpustakaan, Harga yang Ditawarkan Relatif Terjangkau

KKMP Kesambi: Bekas Perpustakaan
MASIH BEROPERASI: Kondisi KKMP Kesambi, Senin (29/6/2026). Aktivitas usaha tetap berjalan dari bangunan sederhana yang berdiri di tepi Jalan Kesambi Raya, tepat di depan Lapas Kelas I Cirebon. Foto: Ade Gustiana/Radar Cirebon
0 Komentar

Unit usaha warung mulai beroperasi sejak Desember 2025 dan masih berjalan hingga sekarang. Setiap Minggu, warung tutup. Operasional berlangsung dari Senin hingga Sabtu mulai pukul 08.00 WIB hingga sekitar pukul 16.30 WIB.

Kata Neng, pengurus sempat mencoba memperpanjang jam operasional hingga malam hari untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.

Namun hasilnya belum maksimal. “Pernah buka sampai jam sembilan malam. Tapi sepi,” ujarnya.

Baca Juga:Koperasi Masih Terkendala Lahan, di Kesambi Menyempil di Sudut Lampu MerahKendala Pembangunan  Koperasi Desa Merah Putih, Takut Hukum, Anggaran Tak Kunjung Cair

Saat ini kegiatan usaha koperasi masih bertumpu pada unit warung. Berbagai kebutuhan makanan dan minuman ringan menjadi produk utama yang dipasarkan kepada masyarakat.

Harga yang ditawarkan juga relatif terjangkau untuk ukuran Kota Cirebon. Daftar menu yang terpajang di etalase menunjukkan semangkuk Indomie sayur dibanderol Rp7 ribu. Jika ditambah telur menjadi Rp10 ribu.

Sementara minuman hangat seperti susu putih, susu cokelat, kopi campur susu, kopi hitam, hingga kopi putih dijual pada kisaran Rp4 ribu sampai Rp5 ribu per gelas. Teh hangat dan minuman serbuk seperti Teajus dibanderol mulai Rp2 ribu. Air mineral kemasan ukuran 600 mililiter dijual Rp4 ribu.

Kisaran harga tersebut tergolong ramah bagi berbagai kalangan. Mulai pelajar, mahasiswa, pekerja harian, pengemudi ojek online, hingga warga sekitar yang membutuhkan tempat singgah untuk membeli makanan atau minuman dengan harga terjangkau.

Posisi koperasi yang berada di jalur lalu lintas padat membuat warung ini berpotensi menjadi tempat persinggahan masyarakat yang melintas di kawasan Kesambi. Terlebih lokasinya berhadapan langsung dengan kompleks Lapas Kelas I Cirebon dan berada tidak jauh dari pusat aktivitas perdagangan serta permukiman warga.

Meski demikian, fungsi koperasi sebagai layanan simpan pinjam belum berjalan. “Belum ada. Anggarannya belum turun,” jelasnya.

Padahal layanan simpan pinjam selama ini menjadi salah satu identitas yang paling melekat pada koperasi. Melalui layanan tersebut, anggota biasanya memperoleh akses pembiayaan maupun penguatan modal usaha.

Baca Juga:Gerai Koperasi Desa Merah Putih Desa Pegagan Sudah Siap, Tapi Instruksi Belum DatangNaskah Kuno Koleksi Museum Pangeran Cakrabuana, Pola Persajakan Kakawin Pada Masa Jawa Kuno dan Pertengahan

Hingga saat ini KKMP Kesambi memiliki sekitar 40 anggota. Setiap anggota membayar iuran wajib sebesar Rp20 ribu per bulan. Gedung yang digunakan juga tidak membebani biaya operasional karena merupakan aset milik Kelurahan Kesambi. Pengurus tidak dikenakan biaya sewa untuk memanfaatkan bangunan tersebut.

0 Komentar