RADARCIREBON.ID – Pemerintah Kota Cirebon kembali menorehkan prestasi pada ajang Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) 2026.
Mengusung konsep busana bertajuk “Angin Sakura di Caruban”, Kota Cirebon berhasil meraih penghargaan Juara Terunik pada fashion show yang menjadi salah satu agenda utama PKJB di Bandung.
Pada kesempatan tersebut, Walikota Cirebon, Effendi Edo, didampingi Ketua Dekranasda Kota Cirebon, Noviyanti Edo, serta Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, tampil memperagakan busana yang memadukan unsur budaya Jepang dengan kekayaan tradisi khas Cirebon.
Baca Juga:Didominasi Warga Korea Selatan dan China, Ratusan WNA Tinggal di Kota Cirebon Masyarakat Diminta Berikan Data Akurat, BPS Kota Cirebon Mulai Sensus Ekonomi 2026
Konsep “Angin Sakura di Caruban” menggambarkan harmoni antara budaya Jepang dan budaya Cirebon. Perpaduan tersebut diwujudkan melalui rancangan busana bergaya Jepang yang diperkaya motif batik Mega Mendung, warna khas Cirebon, serta sentuhan kriya lokal yang sarat nilai budaya.
Penghargaan Juara Terunik menjadi apresiasi atas kreativitas para perajin, desainer, dan pelaku ekonomi kreatif Kota Cirebon yang mampu menghadirkan karya inovatif dengan identitas budaya yang kuat.
Mewakili Walikota Cirebon, Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Iing Daiman, mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diraih.
“Alhamdulillah, Kota Cirebon berhasil meraih penghargaan Juara Terunik pada fashion show Pekan Kerajinan Jawa Barat 2026. Penghargaan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, Dekranasda, para perajin, desainer, dan seluruh pelaku ekonomi kreatif,” ujarnya.
Menurut Iing, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kreativitas dan inovasi sehingga produk kriya serta fesyen Kota Cirebon semakin dikenal luas.
“Semangat berkarya harus terus dijaga agar Kota Cirebon semakin maju dan mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan ekonomi kreatif di Jawa Barat,” katanya.
Prestasi tersebut semakin memperkuat posisi Kota Cirebon sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi besar di sektor industri kreatif berbasis budaya. Sinergi antara pemerintah daerah, Dekranasda, pelaku UMKM, perajin, dan desainer diharapkan terus melahirkan karya-karya unggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Baca Juga:Disdik Apresiasi Kehadiran Brain Academy Ruang Guru Mitigasi untuk Antisipasi Dampak Musim Kemarau
PKJB 2026 menjadi ajang promosi produk kriya unggulan dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Selain memperkenalkan produk kerajinan dan fesyen, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya serta memperluas akses pasar bagi para pelaku UMKM.
