Tujuh Desa Rawan Krisis Air, Hadapi Musim Kemarau, BPBD Bentuk Posko Siaga Bencana Alam Kekeringan

Syamsul Huda, Sekretaris BPBD
Syamsul Huda, Sekretaris BPBD
0 Komentar

RADARCIREBON.ID -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026.

Salah satunya, membentuk Pos Komando (Posko) Siaga Bencana Kekeringan melalui Surat Keputusan (SK) bupati. Upaya tersebut guna mempercepat penanganan tatkala terjadi krisis air bersih.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cirebon, Syamsul Huda mengatakan, saat ini pemerintah daerah tengah menyusun Surat Keputusan (SK) Bupati mengenai penetapan status siaga kekeringan beserta pembentukan Posko Siaga Bencana Kekeringan.

Baca Juga:FH UGJ Gandeng INI Gelar Seminar NasionalDinkes Ingatkan Warga Cirebon Jaga Kesehatan

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari SK Gubernur Jawa Barat terkait kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.

“Memasuki musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Cirebon sedang menyiapkan SK Bupati tentang status siaga kekeringan dan pembentukan Pos Komando Siaga Bencana Kekeringan. Ini merupakan turunan dari SK yang sudah diterbitkan oleh Gubernur Jawa Barat,” ujar Syamsul kepada Radar Cirebon, Senin (29/6).

Syamsul mengaku, BPBD juga telah memetakan sedikitnya tujuh desa yang berpotensi mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih selama musim kemarau.

Ketujuh desa itu diantaranya, Desa Sibubut di Kecamatan Gegesik, Desa Walahar dan Desa Cupang di Kecamatan Gempol, Desa Winduhaji di Kecamatan Sedong, serta Desa Mundu Mesigit, Desa Banjarwangunan, dan Desa Pamengkang di Kecamatan Mundu.

Wilayah-wilayah itu, kata Syamsul, menjadi prioritas pemantauan karena memiliki riwayat mengalami kekurangan air bersih ketika musim kemarau berlangsung.

“Pada wilayah-wilayah itu ada potensi kekurangan pasokan air bersih. Saat ini kita terus memantau perkembangan situasi dan kondisi di lapangan,” katanya.

Sebagai langkah mitigasi, BPBD telah menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari distribusi air bersih kepada masyarakat hingga mengoptimalkan pemanfaatan sumur bor yang telah dibangun di sejumlah titik rawan.

Baca Juga:PDIP Menilai, Blusukan Jokowi Berkaitan dengan Upaya Memperkuat Gibran-Kaesang di Pemilu 2029Viral! Akun yang Mengaku Peserta Latsarmil Ungkap Pengalaman: Tidur Hanya 3 Jam, PBB 6 Jam, hingga Kekurangan

“Antisipasinya dengan distribusi air bersih dan mengoptimalkan sumur bor yang sudah dibuat,” jelasnya.

Menurutnya, pembangunan sumur bor air dalam sebenarnya telah dilakukan sejak awal tahun di beberapa wilayah yang selama ini menjadi langganan kekeringan, di antaranya Desa Walahar, Desa Cupang, Desa Winduhaji, hingga wilayah Kecamatan Beber.

Meski telah memasuki musim kemarau, BPBD memastikan hingga saat ini belum menerima laporan adanya kekeringan dengan kategori parah.

0 Komentar