PT Eka Naga Indonesia Siapkan Hilirisasi Jagung dan Jamin Serap Hasil Panen

PT Eka Naga.jpg
Presiden Direktur PT Eka Naga Indonesia, Lukitasari, menghadiri sarasehan bersama sekitar 250 petani di Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Majalengka, Jumat (10/7).
0 Komentar

MAJALENGKA – PT Eka Naga Indonesia memperkuat komitmennya mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kemitraan terpadu dengan petani jagung di Kabupaten Majalengka. Perusahaan tidak hanya menjamin penyerapan hasil panen, tetapi juga menyiapkan pendampingan mulai dari penyediaan sarana produksi hingga pengembangan infrastruktur pertanian.

Komitmen tersebut disampaikan Presiden Direktur PT Eka Naga Indonesia, Lukitasari, saat menghadiri sarasehan bersama sekitar 250 petani di Sekretariat PT Eka Naga Indonesia, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Majalengka, Jumat (10/7).

Dalam kesempatan itu, Lukitasari mengatakan perusahaan sengaja membuka ruang dialog untuk mendengar langsung berbagai persoalan yang dihadapi petani. Mayoritas keluhan berkaitan dengan tingginya biaya produksi, mulai dari pengadaan benih, pestisida, biaya tanam, perawatan hingga panen.

Baca Juga:Pemkab Indramayu Kenalkan Sekolah Rakyat kepada Masyarakat Lewat Open HousePerkuat Ketahanan Energi Nasional, Pertamina Tuntaskan Restorasi Empat Tangki Mogas Strategis di Balongan

“Melalui pertemuan ini kami ingin mengetahui kebutuhan para petani. Kami tidak hanya datang untuk mendengar, tetapi juga memberikan solusi melalui program pendampingan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Lukitasari, perusahaan tengah menyiapkan pola kemitraan yang mencakup penyediaan benih, pestisida, pembiayaan penanaman, perawatan tanaman, hingga proses panen. Skema tersebut diharapkan mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan produktivitas jagung di Majalengka.

Di sektor agribisnis, PT Eka Naga Indonesia juga mengembangkan hilirisasi jagung menjadi tepung jagung sebagai produk bernilai tambah. Selama ini, komoditas jagung masih didominasi sebagai bahan baku pakan ternak.

“Inovasi pengolahan jagung menjadi tepung sedang kami kembangkan. Hasil uji laboratorium menunjukkan hasil yang baik sehingga kami membutuhkan pasokan jagung yang berkelanjutan dari para petani,” katanya.

Untuk menjamin pasokan bahan baku, perusahaan memperkuat kerja sama dengan kelompok tani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan). Program kemitraan yang telah berjalan sejak 2024 itu juga menjamin pembelian hasil panen petani sehingga memberikan kepastian pasar dan mengurangi ketergantungan terhadap tengkulak.

“Kami ingin petani memiliki kepastian pembeli. Perusahaan siap menyerap hasil panen jagung dari para petani mitra,” tegasnya.

Selain pemasaran, persoalan irigasi juga menjadi perhatian perusahaan. Menanggapi keluhan petani terkait keterbatasan pasokan air, PT Eka Naga Indonesia berencana membantu penyediaan jaringan pipa hidran. Sebelum direalisasikan, perusahaan akan melakukan survei teknis untuk menghitung kebutuhan infrastruktur di kawasan pertanian yang menjadi prioritas pengembangan.

0 Komentar