Sementara itu, Ketua Pelaksana Dira menjelaskan bahwa panitia menghadirkan perangkat pertandingan yang mengacu pada standar kompetisi resmi. Untuk menjamin kelancaran dan profesionalitas pertandingan, wasit dari Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Kuningan turut dilibatkan dalam pengawasan jalannya turnamen.
Sebanyak 16 pecatur terbaik memperoleh hadiah dan penghargaan dari panitia. Berdasarkan hasil pertandingan 7 babak yang berlangsung kompetitif, Arisman berhasil keluar sebagai juara turnamen sekaligus menegaskan kapasitasnya sebagai salah satu pecatur terbaik Kabupaten Kuningan saat ini.
Uus berharap Liga Catur BeBeB JiUs dapat menjadi agenda rutin yang diselenggarakan minimal 1 hingga 2 kali dalam setahun. Bahkan, ia bercita-cita menghadirkan kompetisi khusus tingkat SD, SMP, dan SMA guna menciptakan pembinaan berjenjang bagi atlet catur muda di Kabupaten Kuningan.
Baca Juga:PT Eka Naga Indonesia Siapkan Hilirisasi Jagung dan Jamin Serap Hasil PanenPemkab Indramayu Kenalkan Sekolah Rakyat kepada Masyarakat Lewat Open House
“Kami ingin kegiatan seperti ini terus berlanjut. Semakin banyak turnamen digelar, semakin besar peluang lahirnya atlet-atlet catur muda yang profesional dan berprestasi. Bahkan ke depan kami ingin menghadirkan turnamen khusus pelajar agar pembinaan atlet catur di Kabupaten Kuningan berlangsung secara berjenjang,” pungkasnya. (Bub)
