Mahasiswa UMC dan UM Kupang Terapkan Living Laboratory Learning, Ruang Belajar Berpindah ke Tengah Masyarakat

UM Cirebon dan UM
Mahasiswa UMC dan UM Kupang Terapkan \"Living Laboratory Learning\", sebuah metode pembelajaran inovatif yang mengubah lingkungan sekitar menjadi ruang belajar transdisipliner.
0 Komentar

KUNINGAN – Akhir pekan yang biasanya diisi dengan istirahat atau kegiatan santai, justru dimanfaatkan oleh puluhan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) dan Universitas Muhammadiyah (UM) Kupang untuk berbagi ilmu kepada anak-anak di Kuningan. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu dan Minggu, 11-12 Juli 2026 itu mengusung pendekatan Living Laboratory Learning, sebuah metode pembelajaran inovatif yang mengubah lingkungan sekitar menjadi ruang belajar transdisipliner.

Berbeda dengan bimbingan belajar konvensional yang kerap membuat anak-anak bosan, para mahasiswa menghadirkan metode pembelajaran keteknikan dasar, bahasa Inggris, dan matematika secara kreatif. Anak-anak diajak belajar melalui permainan edukatif, seperti menyusun angka dengan media kreatif, tanpa merasa terbebani. Dengan cara itu, ilmu yang disampaikan lebih mudah diserap dan menyenangkan.

Menurut Johan MT, dosen pembimbing dari UMC mengungkapkan, kegiatan rutin ini merupakan bagian dari program unggulan “Kampus Berdampak” dalam tahap pra-pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, pendekatan Living Laboratory Learning sengaja dipilih agar mahasiswa tidak hanya belajar di dalam ruang kelas yang terisolasi, melainkan turun langsung ke masyarakat, berkolaborasi dengan berbagai aktor komunitas, dan menciptakan solusi aplikatif yang berdampak nyata.

Baca Juga:PUI Majalengka Perkuat Strategi Hijrah Sambut Tahun Ajaran baru, Pusat Perbelanjaan di Majalengka Diserbu Pembeli

“Kami ingin membuktikan bahwa ilmu pengetahuan bisa dipraktikkan langsung untuk menebar manfaat. Anak-anak di sini bukan hanya menerima pelajaran, tetapi juga merasakan bahwa belajar itu bisa menyenangkan,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi ajang kolaborasi antarmahasiswa dari dua kampus yang berbeda pulau, sekaligus memperkuat sinergi dalam menciptakan perubahan positif bagi masyarakat. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak daerah di masa mendatang.

0 Komentar