PUI Majalengka Perkuat Strategi Hijrah 

Ratusan jamaah, ulama, pengurus, dan kader PUI menghadiri pengajian akbar dan diskusi panel yang digelar DPD
Ratusan jamaah, ulama, pengurus, dan kader PUI menghadiri pengajian akbar dan diskusi panel yang digelar DPD PUI Kabupaten Majalengka.
0 Komentar

MAJALENGKA – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Umat Islam (PUI) Kabupaten Majalengka menggelar pengajian akbar dan diskusi panel dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah di Aula Kantor Bapermin DPD PUI Majalengka.

Kegiatan yang mengusung tema “Hijrah Menuju Indonesia Emas 2045 dan Kontribusi PUI dalam Membangun Generasi Beriman, Berilmu, dan Berperadaban” itu dihadiri ratusan jamaah, ulama, pengurus, dan kader PUI dari berbagai wilayah di Kabupaten Majalengka.

Momentum Tahun Baru Islam dimaknai tidak hanya sebagai pergantian tahun dalam kalender Hijriah, tetapi juga sebagai ajang refleksi untuk memperkuat semangat hijrah menuju perubahan yang lebih baik, baik secara spiritual maupun intelektual.

Baca Juga:Sambut Tahun Ajaran baru, Pusat Perbelanjaan di Majalengka Diserbu PembeliLiga Catur Bebeb Jius Jaring Bibit Atlet Muda, Diikuti 65 Pecatur Dari Berbagai Kategori

Ketua DPD PUI Kabupaten Majalengka, Asep Zaki Mulyatno, mengatakan organisasi Islam memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, gerakan islah atau perbaikan yang menjadi identitas PUI harus diwujudkan melalui berbagai program nyata, terutama dalam membangun karakter generasi muda.

“Pendidikan Islam merupakan fondasi utama untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral yang berlandaskan nilai-nilai luhur bangsa,” ujar Asep Zaki.

Dalam diskusi panel, salah seorang narasumber, KH Endi Suhendi, menyoroti tantangan yang akan dihadapi Indonesia menuju 2045, khususnya di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi.

Pimpinan Pondok Pesantren Al Madani Sukahaji itu menilai generasi muda perlu dibekali literasi digital yang kuat tanpa mengabaikan pembentukan akhlak dan nilai-nilai keislaman.

Menurut alumni Pondok Modern Darussalam Gontor tersebut, sistem pendidikan berbasis nilai yang diterapkan di lembaga pendidikan PUI, mulai dari Raudhatul Athfal (RA) hingga Madrasah Aliyah (MA), menjadi salah satu instrumen penting dalam mencetak generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam membentuk insan kamil, yakni manusia yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kematangan spiritual.

Baca Juga:PT Eka Naga Indonesia Siapkan Hilirisasi Jagung dan Jamin Serap Hasil PanenPemkab Indramayu Kenalkan Sekolah Rakyat kepada Masyarakat Lewat Open House

“PUI akan terus berkomitmen berada di garda terdepan dalam menjalankan gerakan islah di berbagai bidang, khususnya pendidikan dan dakwah, guna mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan diridai Allah SWT,” katanya.

0 Komentar