Targetkan Produktivitas Padi Naik hingga 13 Ton 

program PMAAS
OLAH SAWAH: Petani di Palimanan mulai menanam padi dengan menerapkan program PMAAS dari Kementan, kemarin. FOTO: KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Program Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAAS) mulai diterapkan di Desa Beberan, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon.

Tahap awal, program Kementerian Pertanian tersebut ditandai dengan pengolahan lahan seluas satu hektar, sebagai persiapan penanaman padi menggunakan sistem tanam benih langsung (tabela).

Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Palimanan, Eeb mengatakan, pengolahan lahan merupakan tahapan awal sebelum dilakukan pengairan untuk menjaga kelembapan tanah.

Baca Juga:Hafal Alquran, Jago Basket, SMP Al Hikmah 2 Raih Juara di UGJAPILL Empat Fase Tingkatkan Keselamatan

Setelah itu, benih akan ditanam menggunakan metode tabela yang menjadi salah satu teknologi dalam program PMAAS.

“Setelah pengolahan lahan, malam ini dilakukan pengairan agar kondisi tanah tetap lembap. Beberapa hari kemudian baru dilakukan penanaman dengan sistem tanam benih langsung,” ujarnya.

Menurut Eeb, PMAAS merupakan program Kementerian Pertanian yang memberikan dukungan kepada petani mulai dari penyediaan benih, bantuan pupuk, hingga dukungan sarana dan prasarana pertanian.

Kebutuhan benih dalam program tersebut berkisar 70–80 kilogram per hektare. Pengolahan lahan juga didukung mekanisasi pertanian melalui penggunaan traktor, sementara kebutuhan air dibantu pompanisasi karena intensitas hujan mulai menurun.

“Semua sudah difasilitasi pemerintah, mulai dari benih, bantuan pupuk, mekanisasi pertanian, hingga pompa air untuk menunjang kebutuhan irigasi,” katanya.

Eeb optimistis, penerapan PMAAS mampu mendongkrak produktivitas padi. Jika pola tanam konvensional rata-rata menghasilkan sekitar tujuh ton gabah per hektare, melalui program ini hasil panen ditargetkan meningkat menjadi 10 hingga 13 ton per hektare.

Selain menggunakan sistem tanam benih langsung, PMAAS juga menerapkan pola tanam jajar legowo 4:1 maupun 6:1.

Baca Juga:Jalan Cimanuk Mulai Diperbaiki, Ditargetkan Rampung dalam 40 HariMusim Kelulusan, Pembuatan Kartu AK-1 di Kota Cirebon Meningkat 

Pola tersebut memberikan ruang kosong di antara barisan tanaman sehingga penyinaran matahari, sirkulasi udara, serta pemeliharaan tanaman menjadi lebih optimal.

Sementara itu, salah seorang petani di Desa Beberan, Teguh Basuki menyatakan, mendukung penuh program pemerintah tersebut sebagai upaya memperkuat swasembada pangan nasional.

Menurut Teguh, penerapan metode PMAAS menjadi solusi bagi petani yang menghadapi tantangan musim kemarau.

Kondisi tanah yang semakin kering, ditambah prediksi kemarau panjang akibat fenomena El Nino tahun ini, membuat proses pengolahan lahan semakin sulit dan biaya produksi meningkat.

0 Komentar