Target Sulap Ratusan Ton Sampah Jadi RDF per Hari 

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon Anton Maulana ST MM
ATASI SAMPAH: Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Anton Maulana ST MM berharap pembangunan TPST Gempol sesuai renca sehingga bisa mengatasi persoalan sampah, kemarin. FOTO: SAMSUL HUDA/RADR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Kabupaten Cirebon menyiapkan solusi baru untuk mengatasi persoalan sampah. Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Gempol di Kecamatan Gempol ditargetkan mulai dibangun pada 2027 dan akan mengolah sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif.

Saat ini, pemerintah daerah masih melakukan proses pembebasan lahan. Setelah tahapan tersebut rampung, pembangunan fasilitas pengolahan sampah tersebut ditargetkan dapat dimulai tahun depan.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Anton Maulana ST MM mengatakan, TPST Gempol akan menjadi salah satu fasilitas penting dalam penanganan sampah di Kabupaten Cirebon. Pengelolaan fasilitas tersebut direncanakan melibatkan investor.

Baca Juga:Rp4,6 Miliar untuk Pembebasan Lahan, Pembangunan TPST Gempol oleh InvestorBidik Teknologi PSEL untuk Olah Seribu Ton Sampah 

“Pembangunan TPST Gempol yang mengolah sampah menjadi RDF akan dibangun tahun depan. Tahun ini masih dilakukan pembebasan lahan,” ujar Anton.

Menurutnya, TPST Gempol dirancang memiliki kapasitas kebutuhan bahan baku sekitar 800 ton sampah per hari.

Jumlah tersebut cukup besar jika dibandingkan dengan produksi sampah Kabupaten Cirebon yang mencapai sekitar 1.200 ton per hari.

“Di TPST itu membutuhkan setidaknya 800 ton sampah setiap harinya. Sementara Kabupaten Cirebon menghasilkan 1.200 ton sampah,” katanya.

Dengan kapasitas tersebut, TPST Gempol diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang harus ditangani pemerintah daerah.

Sampah yang masuk tidak sekadar dibuang, tetapi diproses menjadi RDF yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.

Anton menegaskan, penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan satu fasilitas. Karena itu, TPST Gempol nantinya akan didukung TPST Kubangdeleg sebagai bagian dari sistem pengolahan sampah di Kabupaten Cirebon.

Baca Juga:Penuh Lubang, Aspal Mengelupas, Jalan dr Cipto Mangunkusumo Kota Cirebon RusakJalan Ambles Makin Parah, Pemkab Cirebon Didesak Segera Lakukan Perbaikan 

Kehadiran dua fasilitas tersebut dinilai penting untuk mengejar tingginya produksi sampah daerah.

Dari sekitar 1.200 ton sampah yang dihasilkan setiap hari, TPST Gempol diproyeksikan menyerap sekitar 800 ton.

Selain mengurangi beban tempat pembuangan akhir, pengolahan menjadi RDF diharapkan dapat mengubah sampah menjadi material yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Rencana pembangunan TPST Gempol juga akan melibatkan investor. Skema tersebut diharapkan dapat mendukung pembangunan sekaligus pengoperasian fasilitas agar mampu mengolah sampah dalam jumlah besar secara optimal.

Anton berharap, seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana. Setelah pembebasan lahan dituntaskan pada 2026, pembangunan TPST Gempol ditargetkan dimulai pada 2027.

0 Komentar