“Sepanjang masa kecil saya, yang saya miliki hanyalah keluarga, bola, taman, dan mimpi,” ujar Yamal pada Juni, seperti dikutip dari situs resmi UNICEF.
Yamal juga menegaskan bahwa setiap anak berhak memiliki ruang yang aman untuk bermain dan berkembang. “Bermain sepak bola memberikan saya keteraturan, rasa memiliki, dan harapan akan masa depan. Saya paham betapa pentingnya bagi anak-anak untuk memiliki tempat bermain yang aman, agar mereka bisa menikmati masa kanak-kanak, menjelajahi dunia, berimajinasi, dan tumbuh berkembang,” kata Yamal.
UNICEF menyebut pertemuan kembali Messi dan Yamal pada final Piala Dunia 2026 yang digelar 20 Juli sebagai full-circle moment atau momen yang melengkapi sebuah siklus. Setelah dipertemukan saat Yamal masih bayi, keduanya kini akan kembali berada di lapangan untuk memimpin tim nasional masing-masing dalam laga penentuan juara dunia.
Baca Juga:Pendalaman Polisi pada Peristiwa Laka Maut di Jalan Turun GronggongPemkot-DPRD Harus Beri Contoh Efisiensi, Tunjangan hingga Kegiatan Seremonial Wajib Dievaluasi
“Penggemar sepak bola di seluruh dunia akan menyaksikan momen luar biasa yang melengkapi sebuah siklus, saat Yamal dan Messi kembali bertemu untuk memimpin tim mereka dalam pertandingan penentuan juara Piala Dunia,” tulis UNICEF. (mid)
