RADARCIREBON.ID – Kawasan perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah didorong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Hal itu mengemuka dalam Kunci Bersama Summit 2026 yang digelar di Hotel Merlynn Park, Jakarta.
Mengusung tema “Sinergi Lintas Batas Membangun Ekosistem Investasi, Kolaborasi, dan Kemajuan Kawasan Perbatasan Jawa Barat–Jawa Tengah Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, investor, serta pemangku kepentingan lainnya.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan sekaligus Dewan Penasihat Kunci Bersama, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), membuka langsung kegiatan tersebut.
Baca Juga:Dishub Kuningan Gerak Cepat Perbaiki PJU Jalintim yang Padam Usai ViralPemkab Kuningan Hadirkan Rumah Sayur, Potong Rantai Distribusi Hasil Pertanian
Dalam sambutannya, AHY menegaskan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pembangunan kawasan.
“Kita harus melihat pembangunan daerah dalam gambaran besar pembangunan nasional. Sinergi menjadi kunci agar pembangunan dilakukan secara terintegrasi dan memberikan dampak maksimal bagi masyarakat,” ujar AHY.
Menurutnya, pemerintah tengah mengorkestrasi berbagai kementerian teknis untuk mendorong pembangunan kawasan secara terpadu. Sejumlah agenda yang menjadi perhatian di antaranya pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan dan air, energi bersih, program tiga juta rumah, serta optimalisasi Bandara Internasional Kertajati sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
AHY berharap Kunci Bersama Summit 2026 tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi melahirkan kerja sama konkret yang mampu meningkatkan investasi, memperkuat konektivitas, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kunci Bersama sendiri beranggotakan 10 kabupaten/kota, yakni Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Majalengka, Kota Banjar, dan Kabupaten Brebes.
Dalam forum tersebut, masing-masing daerah memaparkan potensi unggulan dan peluang investasi melalui sesi pitching potensi daerah. Sektor yang ditawarkan meliputi pertanian modern, agribisnis, kelautan dan perikanan, peternakan, manufaktur, pariwisata, sport tourism, perdagangan, hingga perdagangan karbon.
Ketua Sekretariat Kunci Bersama yang juga Bupati Kuningan, Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi, mengatakan batas administratif tidak boleh menjadi penghalang bagi kerja sama dan kemajuan daerah.
Baca Juga:Perkuat SPBE, Diskominfo Kuningan Percepat Transformasi Digital BirokrasiDongkrak Citra dan Mutu Sekolah, Disdikbud Kuningan Sosialisasikan Pesona SD
Menurutnya, kawasan perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah harus dipandang sebagai halaman depan pembangunan, bukan halaman belakang.
