RADARCIREBON.ID – Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar meminta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kuningan dievaluasi secara menyeluruh.
Permintaan itu disampaikan menyusul laporan bahwa angka stunting di daerah tersebut justru mengalami kenaikan, meski dana MBG yang beredar diperkirakan mencapai Rp1,4 triliun per tahun.
Sorotan tersebut disampaikan Bupati saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Teras Pendopo Kabupaten Kuningan.
Baca Juga:BPBD Kuningan Salurkan Bantuan Sembako untuk Nenek Lansia Korban Kebakaran Touring Jurnalis Bersama DPRD Kuningan, Menyusuri Waduk Darma Merajut Sinergi
Menurut Dian, Kuningan masih menghadapi berbagai persoalan mendasar, mulai dari stunting, pengelolaan sampah, kemiskinan hingga pengangguran. Ia menilai PKK memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus membantu pemerintah mengatasi persoalan tersebut.
Dian mengaku terkejut setelah mengetahui besarnya anggaran MBG yang masuk ke Kabupaten Kuningan. Dengan dana sekitar Rp1,4 triliun dalam setahun, program tersebut semestinya mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak.
Namun, berdasarkan laporan Kepala Dinas Kesehatan, kondisi di lapangan belum menunjukkan hasil sesuai harapan. Angka stunting justru dilaporkan mengalami peningkatan.
“Harusnya dengan dana sebesar itu dampaknya sangat besar terhadap perbaikan gizi anak-anak. Tetapi laporan yang saya terima justru angka stunting belum menunjukkan perbaikan, bahkan mengalami kenaikan. Ini harus menjadi bahan evaluasi bersama,” tegas Dian.
Ia meminta Sekretaris Daerah bersama organisasi perangkat daerah terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG, mulai dari sistem operasional, distribusi hingga ketepatan sasaran penerima manfaat.
Menurutnya, besarnya anggaran negara harus diikuti hasil yang nyata. Program tidak boleh hanya berhasil dari sisi penyerapan anggaran, tetapi juga mampu memberikan dampak terhadap peningkatan kesehatan masyarakat dan penurunan stunting.
“Kalau memang ada yang salah dalam pelaksanaannya, harus segera diperbaiki. Sangat disayangkan apabila dana yang begitu besar tidak mampu memberikan daya ungkit terhadap penurunan angka stunting. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita semua,” ujarnya.
Baca Juga:Dishub Kuningan Gerak Cepat Perbaiki PJU Jalintim yang Padam Usai ViralPemkab Kuningan Hadirkan Rumah Sayur, Potong Rantai Distribusi Hasil Pertanian
Bupati berharap evaluasi tersebut menghasilkan langkah-langkah perbaikan agar Program Makan Bergizi Gratis benar-benar efektif dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menekan angka stunting di Kabupaten Kuningan. (ags)
